Dumai – Kobaran api melanda kilang Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai, pada Rabu (1/10/2025) malam. Peristiwa yang disertai suara ledakan keras ini membuat warga sekitar, khususnya yang berada di Ring 1, panik dan kembali dihantui trauma atas insiden serupa yang pernah terjadi sebelumnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, api terlihat membumbung tinggi dari dalam kawasan kilang sesaat setelah ledakan terdengar. Beberapa warga yang tinggal di Tanjung Palas, dan kawasan perumahan sekitar langsung berhamburan keluar rumah karena takut api merambat.
“Kami dengar suara ledakan keras, lalu terlihat cahaya merah menyala dari arah kilang. Jantung langsung berdebar kencang, teringat kejadian beberapa waktu lalu. Rasanya seperti mengulang trauma lama,” ungkap Fitri (38), warga Ring 1 yang rumahnya berjarak kurang dari 500 meter dari pagar kilang.
Insiden malam ini semakin menambah kekhawatiran serta trauma masyarakat yang tinggal di sekitar kilang. Mereka mengaku hidup dalam kecemasan, terlebih karena ledakan hebat di kilang bukan kali pertama terjadi.
“Kami tinggal di sini bukan sehari dua hari, sudah puluhan tahun. Tapi tiap ada kejadian seperti ini, rasa aman itu hilang. Tidur jadi tidak tenang, anak-anak juga ketakutan,” kata Rudi (45), warga lainnya.
Sejumlah warga bahkan menyebut sudah terbiasa dengan bunyi sirene tanda bahaya dari kilang. Namun tetap saja, setiap kali muncul insiden, kepanikan tidak bisa dihindari.
Hingga berita ini diturunkan, tim pemadam internal Pertamina bersama petugas gabungan masih berjibaku mengendalikan api. Puluhan personel Damkar Dumai juga terus keluar masuk area kilang dengan mobil pemadam untuk memperkuat proses pendinginan dan mencegah api merembet ke fasilitas lain.
Masyarakat sekitar berharap Pertamina lebih terbuka dalam memberikan informasi kepada publik, khususnya terkait keamanan warga yang tinggal di Ring 1.
“Kami hanya ingin ada jaminan keselamatan. Jangan sampai nyawa kami terus dipertaruhkan. Pertamina harus serius, bukan hanya memadamkan api, tapi juga memastikan kejadian ini tidak terulang,” masyarakat yang juga tinggal tidak jauh dari kilang.
Kilang Pertamina RU II Dumai memang beberapa kali tercatat mengalami insiden dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini kerap memicu keresahan publik, mengingat lokasi kilang berada berdekatan dengan permukiman padat penduduk.
Area Manager Communication Relation & CSR Kilang Dumai Agustiawan yang berada di lokasi meminta masyarakat untuk tidak panik, dan segera akan menangani insiden dengan lancar.
“Harapan nya kebakaran ini tidak meluas, tentu kami tetap berusaha untuk mengamankan kondisi emergency ini, dan kami berharap masyarakat tidak panik, sehingga proses pengendalian ini bisa segera kita tangani,” ucapnya.
Agus juga menegaskan akan melakukan evakuasi bila dirasa perlu.
“Ketika kondisi memamg kami rasa butuh evakuasi, maka kami akan memberikan informasi kepada masyarakat untuk evakuasi, dan seluruh keperluanya akan kami sediakan,” tambah nya.
Untuk titik kebakaran di dalam kilang, Agus menyebutkan lokasi H 212, dan hingga saat ini belum menerima laporan adanya korban jiwa.
Penulis : Faisal Arif








