DUMAI – Dukungan terhadap Bambang Prayetno untuk kembali memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai terus mendapat perhatian. Kali ini, dukungan datang dari Ketua DPC Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kota Dumai, Ahmad Dahlan, yang menilai Bambang masih layak dan pantas melanjutkan kepemimpinan untuk periode kedua.
Ahmad Dahlan menilai, rekam jejak Bambang Prayetno selama memimpin PWI Kota Dumai menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi wartawan tersebut ke depan. Menurutnya, keberlanjutan kepemimpinan perlu mempertimbangkan capaian yang telah dibangun, konsistensi dalam menjalankan roda organisasi, serta kemampuan menjaga eksistensi PWI di tengah dinamika dunia pers yang terus berkembang.
Dalam pernyataannya, Ahmad Dahlan secara tegas menyampaikan dukungannya terhadap Bambang Prayetno agar kembali dipercaya memimpin organisasi profesi wartawan itu.
“Bambang Prayetno layak dan pantas menjadi Ketua PWI Kota Dumai untuk dua periode. Pada zaman beliau menjalankan roda organisasi, PWI mengalami kemajuan dan memiliki kantor. Menurut saya, beliau sangat pantas memimpin kembali. Wajib menang secara aklamasi,” ujar Ahmad Dahlan.
Menilai Rekam Jejak dan Keberlanjutan Organisasi
Menurut Ahmad Dahlan, kepemimpinan dalam organisasi profesi tidak semata-mata diukur dari kemampuan menjalankan agenda rutin, tetapi juga dari hasil nyata yang dapat dirasakan oleh anggota dan keberadaan organisasi di tengah masyarakat.
Ia menyoroti kemajuan PWI Kota Dumai selama kepemimpinan Bambang Prayetno, termasuk keberadaan kantor organisasi yang dinilainya sebagai salah satu capaian penting. Keberadaan kantor dapat menjadi pusat koordinasi, komunikasi, serta pelaksanaan berbagai kegiatan organisasi dalam mendukung profesionalisme wartawan.
Bagi organisasi profesi pers, keberadaan sekretariat juga dapat memperkuat identitas kelembagaan dan mempermudah anggota dalam menjalankan aktivitas organisasi. Namun, penguatan sarana tersebut idealnya berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi wartawan, penegakan Kode Etik Jurnalistik, serta penguatan solidaritas dan independensi pers.
Dukungan Ahmad Dahlan tersebut memperlihatkan bahwa rekam jejak kepemimpinan menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam menghadapi pemilihan Ketua PWI Kota Dumai.
Meski demikian, capaian organisasi tetap perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk bagaimana program kerja dijalankan, sejauh mana aspirasi anggota diakomodasi, serta bagaimana organisasi mempersiapkan tantangan pers pada masa mendatang.
Aklamasi Menjadi Harapan, Mekanisme Organisasi Tetap Menentukan
Pernyataan Ahmad Dahlan yang menginginkan Bambang Prayetno menang secara aklamasi menunjukkan kuatnya harapan agar kepemimpinan PWI Kota Dumai dapat berlanjut tanpa persaingan yang berlarut-larut.
Aklamasi dalam pemilihan organisasi pada prinsipnya dapat menjadi bentuk kesepakatan bersama apabila calon memperoleh dukungan sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Namun, terwujudnya aklamasi tetap bergantung pada proses organisasi, persyaratan pencalonan, serta keputusan anggota yang memiliki hak suara.
Dalam konteks ini, dukungan dari pimpinan organisasi pers lain merupakan bagian dari dinamika demokrasi organisasi. Dukungan tersebut dapat menjadi dorongan moral bagi kandidat, tetapi keputusan akhir tetap berada pada forum pemilihan sesuai aturan PWI yang berlaku.
Karena itu, kontestasi kepemimpinan PWI Kota Dumai diharapkan berlangsung secara sehat, terbuka, dan mengedepankan persatuan insan pers. Perbedaan pandangan dalam pemilihan semestinya tidak menjadi penghalang bagi wartawan untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama dalam menjalankan fungsi pers.
Tantangan PWI Dumai ke Depan
Terlepas dari dukungan yang disampaikan Ahmad Dahlan, kepemimpinan PWI Kota Dumai ke depan tetap menghadapi sejumlah tantangan. Perkembangan media digital, tuntutan akurasi pemberitaan, persoalan profesionalisme, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang dapat dipercaya menuntut organisasi pers untuk terus berbenah.
PWI sebagai organisasi profesi wartawan diharapkan mampu menjadi ruang pengembangan kompetensi, memperkuat pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistik, serta mendorong wartawan menjalankan tugas secara independen dan bertanggung jawab.
Selain itu, solidaritas ant wartawan, perlindungan terhadap profesi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam program kerja organisasi.
Dukungan terhadap Bambang Prayetno untuk melanjutkan kepemimpinan dua periode, sebagaimana disampaikan Ahmad Dahlan, pada akhirnya menjadi bagian dari harapan agar PWI Kota Dumai terus berkembang dengan bertumpu pada capaian yang telah ada sekaligus menjawab kebutuhan baru dunia jurnalistik.
Kini, dinamika menuju pemilihan Ketua PWI Kota Dumai menjadi momentum bagi seluruh anggota untuk menilai rekam jejak, gagasan, serta komitmen setiap calon dalam membangun organisasi yang profesional, berintegritas, dan mampu menjaga marwah pers.**









