Anang Hermansyah: Menristekdikti Offside Dan Buat Gaduh

Sabtu, 9 Juni 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anang Hermansyah. net


Anggota Komisi X DPR Anang Hermansyah mengkritisi ide Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang ingin memantau komunikasi civitas akademika di perguruan tinggi.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menegaskan kalau ide memantau komunikasi dosen dan mahasiswa oleh Menristekdikti M. Nasir itu sangatlah berlebihan dan missleading.

“Ini ide offside dan justru membuat gaduh ruang publik. Masalahnya dimana, solusinya apa. Itu gambaran dari gagasan pendataan nomer HP dan medsos mahasiswa dan dosen,” tegasnya dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Sabtu (9/6).

Terlebih, lanjut Anang, dari sisi teknis, rencana ini akan merepotkan. Karena program ini merupakan pekerjaan di hilir. Sementara jumlah civitas akademika sebanyak 8 juta jiwa yang terdiri dari 7,5 juta mahasiswa aktif, 300 ribu dosen/tenaga pengajar, dan tenaga non pendidik 200 ribu.

“Pertanyaannya, apakah 8 juta orang itu akan dipantau seluruhnya? Sisi teknis tentu akan sulit dan akan memakan biaya negara yang tidak kecil,” imbuhnya.

Sebaiknya, tambahnya, jika pemerintah serius menangkal faham radikalisme di perguruan tinggi, segera dibuat sistem pencegahan yang dilakukan di hulu. Proses masuknya mahasiswa baru di perguruan tinggi harus dimanfaatkan untuk melihat jejak rekam calon mahasisw, serta orientasi Pengenalan Kampus harus dimanfaatkan untuk menjadi ajang penguatan karakter calon mahasiswa yang beroeintasi kebangsaan dan keIndonesiaan.

“Selain itu, perguruan tinggi harus menjadi wadah yang maksimal bagi mahasiswa untuk meningkatkan kreativitas baik pembelajaran organisasi, olahraga maupun seni dan budaya. Unit Kegiatan Mahasiswa harus dikuatkan dengan pelibatan maksimal seluruh mahasiswa,” imbuh Anang.

Organisasi kemahasiswaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pun ditegaskannya harus menjadi pilar utama untuk menangkal paham radikalisme di lingkungan kampus. UKM di bidang dakwah kampus, juga menjadi tulang punggung untuk memastikan aktivitas keagamaan mahasiswa di lingkungan kampus beroreintasi faham keagamaan yang moderat dan berwawasan keindonesiaan.

“Upaya-upaya tersebut jauh lebih strategis dan berkelanjutan daripada mendata dan memantau komunikasi civitas akademika perguruan tinggi,” pungkas Anang. 


(sumber rmol.co)

Berita Terkait

Momentum HUT ke-18, Gerindra Dumai Perkuat Soliditas dan Kepedulian Sosial
La Ode Haimudin: Wahyudin Moridu Bukan Dinonaktifkan, Tapi Dipecat
Bentuk Perlawanan, Kader Partai Segel Ruang Sekretariat DPC PDIP Dumai
Partai Gerindra Dumai Bagikan Bendera Merah Putih Sambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI
Gerindra Dumai Berbagi Takjil, Achie : Semoga Gerindra Selalu Dekat Rakyat
Hadiri Acara Buka Puasa Bersama DPC Gerindra Dumai, Rahul : Salut Kesolidan Kader Gerindra Dumai
Nawaitu Bertekad Membangun Dumai, Achie : Kita Akan Pastikan Program Pak Nasir Berjalan
Kampanye di TPP2P, Paisal: Kami Terus Berkhidmat Tanpa Henti

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:35

Momentum HUT ke-18, Gerindra Dumai Perkuat Soliditas dan Kepedulian Sosial

Senin, 22 September 2025 - 09:37

La Ode Haimudin: Wahyudin Moridu Bukan Dinonaktifkan, Tapi Dipecat

Jumat, 29 Agustus 2025 - 09:07

Bentuk Perlawanan, Kader Partai Segel Ruang Sekretariat DPC PDIP Dumai

Selasa, 12 Agustus 2025 - 19:55

Partai Gerindra Dumai Bagikan Bendera Merah Putih Sambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI

Minggu, 16 Maret 2025 - 18:22

Gerindra Dumai Berbagi Takjil, Achie : Semoga Gerindra Selalu Dekat Rakyat

Berita Terbaru