Jokowi Sebut Mohon kepada Surya Paloh Agar Iparnya Tidak Maju Dalam Pilkada Gunungkidul

Senin, 27 Juli 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teleskopnews.com – Perjalanan politik Wahyu Purwanto yang panjang di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, harus terhenti karena permintaan sang ipar, Presiden Joko Widodo, serta Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Karena Jokowi memohon dengan sangat agar iparnya itu tidak direkomendasikan oleh Nasdem.

“Beliau berdua mengarahkan perjalanan politik satu tahun ini diarahkan ke bidang sosial, saya meyakini beliau berdua memiliki pengalaman yang luas tentu memiliki wacana yang saya sendiri belum bisa menjangkaunya,” kata Wahyu saat berpamitan kepada relawan, Minggu (26/7/2020).

Untuk diketahui, perjalanan politik Wahyu Purwanto dimulai saat maju menjadi calon wakil bupati mendampingi Subardi, seorang pengusaha, pada Pilkada 2015.

Saat itu, dirinya kalah dengan pasangan Badingah-Immawan Wahyudi.

Saat itu, dirinya masih menjadi Rektor Universitas Gunungkidul. Saat itu, Wahyu diusung Gerindra, PKS, Demokrat, dan PKB.

Tahun 2020, dirinya berniat maju bupati mendaftar ke Partai Nasdem bersama sembilan orang lainnya.

Untuk memuluskan jalannya dalam dunia politik, Wahyu masuk sebagai Dewan Pakar DPW Nasdem DIY.

Bahkan sudah memiliki relawan yang diberi nama “Ponco Manggolo” yang diklaimnya sampai tingkat padukuhan.

“Kita sudah berjalan hampir satu tahun bersama menjelajah Kabupaten Gunungkidul, tidak terasa 144 desa sudah dijelajahi bersama,” ucap Wahyu.

Perjalanan memperkenalkan diri untuk maju dalam pilkada bersama ratusan relawan terus dilakukan selama setahun terakhir.

Namun demikian, menurut Wahyu, dirinya tidak bisa menghindari kenyataan bahwa perjalanan panjang itu harus terhenti.

“Minggu kemarin sesuai dengan arahan Bapak Joko Widodo dan Bapak Surya Paloh, dan tentu kita semua mengenal kedua tokoh ini tokoh nasional yang pasti sangat berpengalaman,” ucap Wahyu.

Hal itu dibenarkan Ketua DPW Nasdem DIY Subardi di hadapan relawan Wahyu Purwanto.

Menurut Bardi, perpindahan dari politik ke sosial atas permintaan keluarga itu bukan isapan jempol atau isu semata.

“Peristiwanya adalah keinginan Pak Jokowi bukan hanya sekadar bualan. Pak Jokowi itu menemui langsung Pak Surya Paloh sebagai ketua umum (Partai Nasdem). Mengharap dengan sangat, memohon dengan sangat agar Pak Wahyu jangan direkomendasikan, jangan dijadikan di politik, karena di keluarga butuh untuk kegiatan sosial,” ucapnya.

Menurut dia, Jokowi tidak hanya mengutus, tetapi datang sendiri dan bertemu langsung Surya Paloh.

Setelah pertemuan keduanya, Subardi mengaku dipanggil Surya Paloh dan diberitahu mengenai hal itu.

Dalam kesempatan itu, dia berharap mengikuti Jokowi sebagai seorang negarawan. Terlebih lagi, perjalanan mantan Wali Kota Solo ini masih empat tahun dan masih diperlukan rakyat Indonesia.

“Pak Wahyu juga demikian, bagian dari keluarga Pak Jokowi diperlukan di bidang sosial,” ucap Bardi.

“Perjuangan, ibadah tidak harus di dunia politik, tetapi juga di dunia sosial agar lebih punya manfaat terhadap bangsa dan negara,” ucap pria yang dipanggil Mbah Bardi itu.

Bardi mengaku diperintahkan Surya Paloh untuk menyampaikan hal itu ke Wahyu. Namun, karena tugas politik kenyataan pahit itu harus disampaikan ke Wahyu seminggu lalu di Jakarta.

Diakuinya, Wahyu akhirnya menerima karena, menurut dia, memiliki jiwa kenegarawanan yang kuat dan menerima dengan lapang dada.

Sumber : Kompas.com

Berita Terkait

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia
11 Duta Al-Qur’an Riau Lanjutkan Perjuangan di Hari Kedua MTQN XXXI
Semarak MTQ Nasional XXXI, Budaya Riau Hadir dalam Pawai Ta’aruf di Semarang
Polda Metro Tetapkan 3 Tersangka Pengeroyokan Maut di Kerusuhan 27 Agustus
Ketua Umum DPP AKPERSI Kirim Surat Laporan dan Audiensi kepada Presiden Prabowo, Persoalan Lahan Karangsia OKI Disorot
112 Tersangka Karhutla Ditangkap, Sebagian Besar di Riau dan Sumsel
Dapat Selamat Dari Gubernur Lemhanas RI, dr. Hj. Nadya Isra Miranti, M.K.M Sukses Menjalani PPNK Angkatan 73 Lemhannas RI
Lagi, AMP2K Gelar Demo Jilid III di Mabes Polri, Desak Kapolri Copot Kapolres Madina

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 10:19

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

Senin, 14 September 2026 - 17:13

11 Duta Al-Qur’an Riau Lanjutkan Perjuangan di Hari Kedua MTQN XXXI

Sabtu, 12 September 2026 - 16:05

Semarak MTQ Nasional XXXI, Budaya Riau Hadir dalam Pawai Ta’aruf di Semarang

Sabtu, 12 September 2026 - 13:17

Polda Metro Tetapkan 3 Tersangka Pengeroyokan Maut di Kerusuhan 27 Agustus

Kamis, 10 September 2026 - 09:15

Ketua Umum DPP AKPERSI Kirim Surat Laporan dan Audiensi kepada Presiden Prabowo, Persoalan Lahan Karangsia OKI Disorot

Berita Terbaru

Bengkalis

PT MMJ di Ujung Sorotan, Masyarakat Menanti Kepastian

Sabtu, 24 Okt 2026 - 16:15