Karhutla Riau 2026 Capai 18.582 Hektare, Bengkalis Jadi Wilayah Terparah 

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD) Provinsi Riau mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang tahun 2026 telah mencapai 18.582,90 hektare.

Angka ini merupakan akumulasi kejadian di seluruh wilayah kabupaten/kota di Provinsi Riau sejak awal tahun, dengan sebaran titik api yang masih terus dipantau hingga saat ini.

Kepala BPBD Riau, M Edy Afrizal, menjelaskan total titik panas tercatat mencapai 12.677 titik, dengan 618 di antaranya teridentifikasi sebagai titik api aktif, serta total lahan terbakar mencapai 18.582,90 hektare.

“Untuk luasan terbesar berada di Kabupaten Bengkalis yakni 8.454,40 Ha, lalu Pelalawan 6.640,99 Ha, dan Indragiri Hilir 1.034,02 Ha,” katanya di Pekanbaru, Kamis (3/9/2026) dikutip dari Antara. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa sebaran kebakaran tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi merata di 12 kabupaten/kota di Riau.

Bagaimana sebaran wilayah terdampak karhutla di Riau?

Selain tiga wilayah dengan luasan terbesar, sejumlah daerah lain juga tercatat mengalami kebakaran dengan skala berbeda.

Berikut rincian sebaran luas karhutla di Riau:

Bengkalis: 8.454,40 hektare

Pelalawan: 6.640,99 hektare

Indragiri Hilir: 1.034,02 hektare

Indragiri Hulu: 605,02 hektare

Dumai: 556,01 hektare

Rokan Hilir: 452,53 hektare

Siak: 373,06 hektare Kepulauan

Meranti: 217,45 hektare

Kampar: 141,66 hektare

Pekanbaru: 103,33 hektare

Kuantan Singingi: 69,87 hektare

Rokan Hulu: 33,96 hektare

Meski akumulasi kebakaran cukup tinggi, BPBD Riau menyampaikan bahwa kondisi di lapangan mulai menunjukkan perbaikan.

“Untuk titik karhutla hanya tinggal di tiga daerah saja. Yakni Bengkalis, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. Saat ini juga masih terus dilakukan pemadaman,” sebut M Edy Afrizal.

Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan karhutla di Riau adalah karakteristik lahan gambut yang mudah menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.

Kondisi ini membuat api dapat muncul kembali meskipun kebakaran di permukaan sudah berhasil dipadamkan. Karena itu, BPBD Riau menekankan pentingnya proses pendinginan (cooling down) secara menyeluruh di lokasi terdampak.

“Jadi kita tetap waspada karena upaya penanganan tentu memastikan seluruh sumber api benar-benar padam sehingga tidak menimbulkan kebakaran kembali. Begitu juga operasi modifikasi cuaca tetap kami lakukan setiap hari,” tukasnya.

Selain pemadaman darat, upaya lain seperti operasi modifikasi cuaca juga terus dilakukan untuk membantu mengurangi potensi munculnya titik api baru, terutama saat kondisi cuaca masih kering

 

Sumber: KOMPAS.com

Berita Terkait

Investasi Triwulan III 2026 Tembus Rp14,83 Triliun, Dumai Geser Pekanbaru
Dua Tahun Berturut-turut, Petugas Imigrasi Dumai Angga Rizky Putra Raih Penghargaan
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dan Kilang Balikpapan Salurkan 1.090 Masker KN95 Untuk Warga Kalimantan
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Paparkan Strategi Pengelolaan Sampah dan Program Penanggulanan Abrasi di Kota Dumai
Depi Rusdianto Akan Adukan Pemberitaan Dugaan Penimbunan Solar ke Dewan Pers
PT MMJ di Ujung Sorotan, Masyarakat Menanti Kepastian
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Beri Pelatihan Pengolahan Sorgum untuk Kelompok Wirani Rejosari, Dorong Inovasi Produk Baru dan Perluas Jangkauan Pasar
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Sabet Silver Award dan Special Award di Taiwan Innotech Expo 2026

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:44

Investasi Triwulan III 2026 Tembus Rp14,83 Triliun, Dumai Geser Pekanbaru

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:40

Dua Tahun Berturut-turut, Petugas Imigrasi Dumai Angga Rizky Putra Raih Penghargaan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:13

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dan Kilang Balikpapan Salurkan 1.090 Masker KN95 Untuk Warga Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:26

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Paparkan Strategi Pengelolaan Sampah dan Program Penanggulanan Abrasi di Kota Dumai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:46

Depi Rusdianto Akan Adukan Pemberitaan Dugaan Penimbunan Solar ke Dewan Pers

Berita Terbaru