MBG di Riau Diawasi CCTV, Dikawal Ketat hingga ke Sekolah

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU – Polda Riau ikut mengawal pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya keamanan pangan demi pemenuhan gizi yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan aspek higienitas dan keamanan makanan menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

“Untuk makanan kita harus cek, dari alur masuk, disimpan, baik bahan kering maupun basah, habis itu berlanjut, diolah, dimasak, dicampur, dan setelah selesai, suhunya dicek. Ketika dingin baru dimasukkan,” ujarnya usai berkunjung ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Indragiri Hilir, Senin (13/10/2025).

Kapolda Herry menyampaikan pengawasan dilakukan secara menyeluruh, dimulai dari hulu hingga hilir proses penyiapan makanan.

Dia menjelaskan makanan yang telah selesai diolah akan melalui prosedur rapid test food security untuk memastikan tidak ada kontaminasi.

“Setelah itu hasilnya disimpan. Setelah lolos pengujian, makanan kemudian diikat dan dimasukkan ke dalam mobil untuk siap didistribusikan,” jelas Herry.

Seluruh proses ini, mulai dari masuknya bahan baku hingga pendistribusian akhir, harus betul-betul dicek berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) higienis, bahkan dipantau melalui kamera pengawas atau CCTV selama 24 jam.

Dalam memastikan keamanan distribusi, Kapolda melibatkan anggota kepolisian sebagai pendamping.

“Kami minta pakai CCTV 24 jam. Bahan makanan ada pendamping dari Polres. Ada 15 sekolah misalnya, ada 15 pendamping,” kata Herry.

Para pendamping ini akan mengawal mulai dari mobil pengangkut makanan hingga tiba di sekolah, lalu ditunggu dan dicek kembali untuk memastikan makanan tidak terkontaminasi.

Herry juga menyoroti pentingnya sanitasi peralatan makan, khususnya food tray atau ompreng.

“Lalu untuk food tray (ompreng), tempat cucinya dan air harus steril,” tegasnya.

Anggota yang ditugaskan sebagai pendamping pun bukan personel biasa, melainkan mereka yang memiliki keahlian khusus karena telah dilatih intensif selama seminggu dalam SPPG.

Herry juga mengingatkan aspek waktu memasak, bahan makanan tidak dimasak pada malam hari melainkan harus pada pagi hari.

Setiap makanan juga wajib memiliki stiker yang ditempel dengan mencantumkan batas waktu kedaluwarsa konsumsi sebagai upaya memastikan kesegaran dan menghindari risiko keracunan makanan.**

Sumber: SuaraRiau.id

Berita Terkait

Rutan Kelas IIB Dumai Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila 
Resmi Menjabat, Sigit Waseso Nakhodai Kejari Dumai, Fitriansyah Akbar Jadi Asintel
Konsisten Jalankan Program Pemberdayaan Wilayah Pesisir dan Ekosistem Gambut, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Sabet Penghargaan Platinum di Ajang ISDA 2026
Perkuat Ketahanan Pangan, Rutan Kelas IIB Dumai Kembali Panen Pakcoy dan Kangkung
Deteksi Dini Gangguan Keamanan Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Rutin Blok Hunian
Optimalisasi Keamanan Lapas Narkotika Rumbai Lakukan Pengecekan Fisik Sarana Pengamanan
Awali Tugas dengan Doa dan Disiplin Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Terima Kunjungan Dewan Energi Nasional, Bahas Pengembangan Renewable Energy

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:20

Rutan Kelas IIB Dumai Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila 

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:12

Resmi Menjabat, Sigit Waseso Nakhodai Kejari Dumai, Fitriansyah Akbar Jadi Asintel

Rabu, 30 September 2026 - 20:48

Konsisten Jalankan Program Pemberdayaan Wilayah Pesisir dan Ekosistem Gambut, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Sabet Penghargaan Platinum di Ajang ISDA 2026

Rabu, 30 September 2026 - 17:14

Perkuat Ketahanan Pangan, Rutan Kelas IIB Dumai Kembali Panen Pakcoy dan Kangkung

Selasa, 29 September 2026 - 19:54

Deteksi Dini Gangguan Keamanan Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Rutin Blok Hunian

Berita Terbaru