Tiada Kejelasan Informasi Laka Kerja PT Wilmar, Pengamat : Jangan Sampai Di ‘Peti Es’ Kan

Senin, 21 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

DUMAI – Apakah kasus Kecelakaan (Laka) Kerja di wilayah Wilmar Dumai yang terjadi pada Selasa (15/4) lalu bakal muncul tersangka?, Senin (21/7).

Informasi dugaan bakal munculnya tersangka dalam kasus hilangnya nyawa pekerja tersebut memang belum dapat dipastikan.

Namun, menurut sumber terpercaya, pihak penegak hukum yang menyelidiki kasus ini bakal segera menetapkan tersangka.

“Saya rasa bakal ada yang ditetapkan menjadi tersangka, namun kita tunggu saja biar lebih valid,” ujar sumber yang tak ingin namanya disebutkan beberapa waktu yang lalu.

Dalam pantauan awak media, memang hingga saat ini belum tampak informasi lanjutan mengenai hasil penyelidikan terhadap kasus laka kerja di Wilmar Dumai itu.

Sementara itu, pihak Wilmar ketika dikonfirmasi terkait siapa saja yang sudah dimintai keterangan oleh penyidik enggan merespon.

Kapolda Riau, Irjen Pol. Dr. Hery Herjawan, S.I.K., M.H., M.Hum ketika dikonfirmasi terkait perkembangan kasus tersebut juga tidak menjawab.

Usut Tuntas

Kecelakaan Kerja di Wilmar Dumai yang terjadi pada Selasa (15/4) lalu itu harus diusut tuntas.

Demikian disampaikan Seorang Akademisi dan Pengamat Ketenagakerjaan, Irwandi Aziz, Minggu (20/7).

“Usut tuntas, jangan dipeti-es-kan!,” tegasnya berharap ada efek jera terhadap perusahaan yang lalai dengan penerapan K3 kedepannya.

Dikatakannya juga, santunan kepada keluarga korban dan tidak adanya tuntutan bukanlah alasan untuk tidak melanjutkan penyelidikan.

“Jangan karena santunan atau tidak adanya tuntutan, lalu kasus ditutup, kalau seperti ini artinya nyawa memiliki harga?,” ujarnya lagi.

Laka kerja ini, lanjut Irwandi, sudah kesekian kalinya terjadi di Kota Dumai yang penuh dengan perusahaan industri.

Dari beberapa kasus laka kerja, tak pernah terdengar adanya penetapan tersangka, hanya sekedar teguran pengingat bahwa pentingnya penerapan K3.

“Kalau seperti itu terus, lantas apa artinya sebuah nyawa?,” tanyanya.

Irwandi berharap bahwa kasus kali ini dapat diusut tuntas dan transparan agar kejadian tak lagi berulang kedepannya.

 

Sumber : sorotlensa.com

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pelarian Berakhir di Panipahan, Suami Korban Perempuan Hamil yang Tewas di Dumai Ditangkap Polisi
Pertamina Patra Niaga Kilang Dongkrak Ekonomi UMKM Lokal Lewat Dukungan Kantin TA Mayor 2026, Total Penjualan Hingga Rp 167 Juta
Pertamina Patra Niaga Fasilitasi 20 Pemuda Pelatihan Operator Listrik Industri dan Uji Kompetensi, Dorong Peningkatan Daya Saing Tenaga Kerja Lokal
Stop Perang Berita, Dewan Pers & PWI Dipanggil Jadi Penengah, Bukan Penonton
SERAM RIAU Geruduk Disdikpora Kampar, Desak Copot Kepala Sdn 42 Sungai Agung Dan Usut Dugaan Pungli Serta Penyalahgunaan Dana Bos
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Ratusan Koli Pakaian Bekas Senilai Rp3,9 Miliar di Perairan Panipahan
Polsek Kulim Dukung Ketahanan Pangan Nasional Melalui Sambangi Usaha Budidaya Ikan Patin Warga Di Kelurahan Mentangor
Pengecekan Lahan Kebun Jagung Pipil dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan dan Swasembada Pangan

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:13

Pelarian Berakhir di Panipahan, Suami Korban Perempuan Hamil yang Tewas di Dumai Ditangkap Polisi

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:45

Pertamina Patra Niaga Kilang Dongkrak Ekonomi UMKM Lokal Lewat Dukungan Kantin TA Mayor 2026, Total Penjualan Hingga Rp 167 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:43

Pertamina Patra Niaga Fasilitasi 20 Pemuda Pelatihan Operator Listrik Industri dan Uji Kompetensi, Dorong Peningkatan Daya Saing Tenaga Kerja Lokal

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:15

Stop Perang Berita, Dewan Pers & PWI Dipanggil Jadi Penengah, Bukan Penonton

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:42

SERAM RIAU Geruduk Disdikpora Kampar, Desak Copot Kepala Sdn 42 Sungai Agung Dan Usut Dugaan Pungli Serta Penyalahgunaan Dana Bos

Berita Terbaru