Kebakaran Melanda Gedung Pencakar Langit di Hong Kong, 44 Orang Tewas

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HONG KONG – Kebakaran dahsyat melanda tujuh gedung tinggi di Hong Kong, menewaskan 44 orang dan menyebabkan ratusan lainnya hilang. Presiden China Xi Jinping berduka dan mendesak upaya untuk meminimalkan korban jiwa dan kerusakan.

Kebakaran terjadi sejak Rabu. Para pejabat setempat pada Kamis (27/11/2025) mengatakan kebakaran ini merupakan yang terburuk di kota otonomi khusus China tersebut dalam beberapa dekade.

Sementara api dilaporkan masih membara, polisi mengumumkan telah menangkap tiga tersangka terkait tragedi tersebut. Tidak ada rincian spesifik tentang apa yang dituduhkan kepada mereka.

Presiden China Xi Jinping menyampaikan belasungkawa kepada petugas pemadam kebakaran yang meninggal dunia dan menyampaikan simpati kepada keluarga korban, menurut siaran televisi pemerintah; CCTV.

“Dia menyampaikan simpati kepada keluarga korban dan mereka yang terdampak bencana, dan menyerukan upaya maksimal untuk memadamkan api dan meminimalkan korban jiwa serta kerugian,” kata penyiar CCTV.

Kepala Eksekutif Kota Hong Kong John Lee mengatakan pemerintah akan memprioritaskan bencana tetapi menunda upaya publik untuk pemilihan Dewan Legislatif pada 7 Desember.

Dia tidak mengatakan apakah pemilihan dapat ditunda, tetapi mengatakan keputusan akan diambil dalam “beberapa hari kemudian”.

Dinas Pemadam Kebakaran mengatakan kebakaran di tiga gedung mulai terkendali tak lama setelah tengah malam. Gedung-gedung yang terbakar merupakan kompleks yang mencakup 2.000 unit apartemen.

Api besar pertama kali membakar perancah bambu di beberapa blok apartemen Wang Fuk Court di distrik utara Tai Po. Perancah tersebut dilaporkan sedang menjalani perawatan di seluruh kompleks.

Di lokasi kebakaran, seorang jurnalis AFP mendengar suara retakan keras pada hari Rabu, kemungkinan berasal dari bambu yang terbakar, dan melihat kepulan asap tebal mengepul dari bangunan-bangunan tersebut saat api dan abu membumbung tinggi ke langit.

Seorang warga berusia 65 tahun bermarga Yuen mengatakan bahwa dia telah tinggal di kompleks tersebut selama lebih dari empat dekade dan bahwa banyak tetangganya sudah lanjut usia dan mungkin tidak dapat bergerak.

“Jendela-jendela ditutup karena sedang dilakukan perawatan, (beberapa orang) tidak tahu ada kebakaran dan harus diberitahu untuk mengungsi melalui panggilan telepon oleh tetangga,” kata Yuen kepada AFP.

“Saya sangat terpukul. Ada banyak harta benda dan korban jiwa, bahkan seorang petugas pemadam kebakaran tewas.”

Lebih dari 900 orang mengungsi di tempat penampungan sementara, kata Lee.

Pihak berwenang mengatakan mereka akan melakukan penyelidikan terhadap kebakaran tersebut serta material di bagian luar bangunan yang mungkin menyebabkan api menyebar lebih cepat dari biasanya.

Seorang petugas polisi di tempat penampungan sementara mengatakan kepada AFP bahwa belum jelas berapa banyak orang yang hilang karena warga masih berdatangan hingga larut malam untuk melaporkan anggota keluarga yang hilang.

Beberapa bagian perancah yang hangus jatuh dari blok-blok yang terbakar dan api dapat terlihat di dalam apartemen, terkadang menyembur keluar melalui jendela ke langit malam, memancarkan cahaya jingga yang menakutkan di bangunan-bangunan di sekitarnya.

“Suhu di lokasi kejadian sangat tinggi dan ada beberapa lantai di mana kami tidak dapat menjangkau orang-orang yang meminta bantuan, tetapi kami akan terus berusaha,” kata Derek Armstrong Chan, wakil direktur operasi pemadam kebakaran.

Dia mengatakan api kemungkinan menyebar dari satu gedung ke gedung lain akibat angin dan puing-puing yang beterbangan, meskipun dia menambahkan bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab kebakaran.**

 

 

sumber: SINDOnews.com

Berita Terkait

Pelarian Berakhir di Panipahan, Suami Korban Perempuan Hamil yang Tewas di Dumai Ditangkap Polisi
Bripka F. S. Tambunan Cek Ketahanan Pangan Bergizi di Kelurahan Dumai Kota, Warga Kembangkan Tanaman Terong
Bhabinkamtibmas Rimba Sekampung Cek Ketahanan Pangan Bergizi, Warga Kembangkan Budidaya Cabai
Bhabinkamtibmas Kelurahan Dumai Kota Laksanakan Pengecekan Ketahanan Pangan Bergizi, Fokus Budidaya Sawi dan Selada
Bhabinkamtibmas Dumai Kota Laksanakan Pengecekan Ketahanan Pangan Bergizi di Jalan Datuk Laksamana
Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukajadi Laksanakan Pengecekan Ketahanan Pangan Bergizi
Bhabinkamtibmas Rimba Sekampung Cek Ketahanan Pangan Bergizi, Tanam Selada dan Pakcoy di Jalan Belimbing
Diduga Mabuk, Oknum Pegawai Imigrasi di Dumai Tabrak Dua Motor, Dua Orang Tewas

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:13

Pelarian Berakhir di Panipahan, Suami Korban Perempuan Hamil yang Tewas di Dumai Ditangkap Polisi

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:19

Bripka F. S. Tambunan Cek Ketahanan Pangan Bergizi di Kelurahan Dumai Kota, Warga Kembangkan Tanaman Terong

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:35

Bhabinkamtibmas Rimba Sekampung Cek Ketahanan Pangan Bergizi, Warga Kembangkan Budidaya Cabai

Senin, 1 Juni 2026 - 10:24

Bhabinkamtibmas Kelurahan Dumai Kota Laksanakan Pengecekan Ketahanan Pangan Bergizi, Fokus Budidaya Sawi dan Selada

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:57

Bhabinkamtibmas Dumai Kota Laksanakan Pengecekan Ketahanan Pangan Bergizi di Jalan Datuk Laksamana

Berita Terbaru

Nasional

ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser

Sabtu, 1 Agu 2026 - 12:52