DUMAI – Kota Dumai memimpin realisasi investasi di Provinsi Riau pada Triwulan III 2026 dengan capaian Rp2,76 triliun. Angka tersebut melampaui Kota Pekanbaru yang mencatatkan investasi Rp1,93 triliun pada periode yang sama.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, total realisasi investasi di Riau selama Juli hingga September 2026 mencapai Rp14,83 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 16.197 orang.
Kepala DPMPTSP Provinsi Riau, Vera Angelika O.K., mengatakan realisasi investasi tersebut menempatkan Riau pada peringkat ke-12 secara nasional untuk gabungan penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) pada Triwulan III 2026.
“Secara nasional, Riau menempati peringkat ke-12 realisasi investasi gabungan pada Triwulan III Tahun 2026. Untuk realisasi PMDN berada di peringkat ke-7, sedangkan modal asing di peringkat ke-15,” ujar Vera, Rabu (28/10/2026).
Dalam periode tersebut, Kabupaten Bengkalis berada di posisi kedua dengan realisasi investasi Rp2,41 triliun, disusul Kabupaten Kampar sebesar Rp2,12 triliun. Pekanbaru menempati posisi keempat dengan Rp1,93 triliun, sementara Kabupaten Siak mencatatkan Rp1,84 triliun.
Sementara itu, secara kumulatif Januari hingga September 2026, Pekanbaru masih memimpin realisasi investasi dengan total Rp9,28 triliun. Kabupaten Kampar berada di posisi kedua dengan Rp7,41 triliun.
Kabupaten Bengkalis mencatatkan investasi Rp5,19 triliun, disusul Kabupaten Pelalawan sebesar Rp5,15 triliun. Capaian tersebut menunjukkan kontribusi sejumlah daerah dalam menopang aktivitas investasi di Provinsi Riau.
Vera menjelaskan, investasi asing turut berperan dalam mendukung perkembangan industri strategis di berbagai wilayah. Sejumlah negara dan yurisdiksi yang menjadi penyumbang modal asing terbesar di Riau meliputi Singapura, Malaysia, British Virgin Islands, Hong Kong, Republik Rakyat Tiongkok, serta Bermuda.
Untuk meningkatkan realisasi investasi pada sisa tahun anggaran 2026, Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan strategi promosi dan penguatan kerja sama bisnis lintas negara.
Salah satu upaya yang disiapkan ialah penyelenggaraan IMT-GT Trade Fair & Investment yang dipadukan dengan Riau Expo 2026. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mempertemukan pemilik proyek daerah dengan calon investor dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Melalui agenda tersebut, pemerintah daerah berharap potensi investasi di Riau semakin dikenal dan mampu menarik penanaman modal baru guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta membuka lapangan kerja.**









