695 Siswa Keracunan, Kodim Sidak Dapur SPPG Temukan Pelanggaran Kebersihan

Sabtu, 1 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GUNUNGKIDUL – Kodim 0730 Gunungkidul melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Jumat (31/10/2025). Langkah ini dilakukan setelah mencuatnya kasus keracunan massal yang menimpa 695 siswa di Kecamatan Saptosari usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Komandan Kodim 0730 Gunungkidul, Letkol Inf Roni Hermawan, turun langsung ke lapangan. Dengan seragam lorengnya, Roni berjalan menyusuri deretan dapur yang menjadi lokasi penyediaan makanan untuk ribuan siswa di wilayah tersebut.

Mengandung Bakteri

Sidak dimulai dari salah satu dapur sehat di kawasan Playen. Dari luar, bangunan itu tampak bersih. Namun ketika pintu dapur dibuka, aroma lembab bercampur sisa makanan tercium cukup kuat.

Begitu diperiksa lebih dalam, ditemukan saluran pembuangan air yang tersumbat oleh sisa makanan kering. Genangan air limbah yang tidak mengalir menimbulkan bau tak sedap dan dikhawatirkan menjadi sarang bakteri.

“Ini sepele, tapi bisa berakibat fatal. Kalau air limbah tidak mengalir lancar, bisa memicu pertumbuhan bakteri dan belatung. Ini harus segera dibenahi,” kata Letkol Roni Hermawan kepada para pendamping dapur.

Roni melanjutkan pemeriksaan ke Dapur SPPG Kelurahan Kepek, Kecamatan Wonosari. Di lokasi ini, kondisi yang hampir serupa kembali ditemukan. Jaringan pembuangan air limbah terlihat melintasi tengah area dapur, mengganggu sirkulasi dan menimbulkan potensi kontaminasi silang antara area bersih dan kotor.

Selain masalah saluran air, sistem ventilasi dapur juga belum tertutup sempurna. Akibatnya, lalat mudah masuk dan berkeliaran di sekitar meja pengolahan makanan. Roni menilai hal ini tidak boleh dianggap sepele, terutama menjelang musim penghujan di mana populasi lalat biasanya meningkat tajam.

“Saya tahu ini musimnya lalat, tapi dapur bukan tempat bagi lalat untuk hinggap. Tutup ventilasi dengan kawat kasa atau bahan yang rapat. Jangan beri celah sedikit pun,” tegasnya.

Perketat Pengawasan Dapur

Dia mengingatkan, pengawasan terhadap dapur sehat tanggung jawab para kepala dapur yang sehari-hari mengatur proses produksi makanan Kepala dapur adalah garda terdepan dalam memastikan makanan yang disajikan kepada siswa aman, higienis, dan sesuai standar gizi.

“Kalau terjadi sesuatu, tanggung jawab pertama ada di pimpinan dapur. Mereka harus tahu apa yang masuk dan keluar dari dapur mereka, mulai dari bahan mentah hingga makanan siap dikirim,” ujarnya.

Meski menemukan beberapa pelanggaran, Letkol Roni juga memberikan apresiasi kepada sejumlah dapur yang telah menerapkan sistem kerja dengan baik. Ia menilai, secara umum proses penyiapan, pengepakan, dan pengiriman makanan di sebagian besar dapur sehat sudah sesuai standar yang ditetapkan, baik dari aspek kebersihan alat masak, suhu penyimpanan, maupun jarak tempuh distribusi makanan ke penerima manfaat.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan inisiatif pemerintah yang melibatkan lintas sektor, termasuk TNI, untuk memastikan anak-anak sekolah di seluruh wilayah mendapatkan asupan gizi yang layak.

Namun, kasus keracunan massal yang baru-baru ini terjadi menjadi peringatan keras bahwa pengawasan di lapangan perlu diperketat, terutama di bagian pengolahan dan distribusi makanan.

“Tujuan utama program Makan Bergizi Gratis ini adalah memberikan makanan yang sehat, bergizi, dan aman bagi anak-anak sekolah. Kami ingin memastikan, tidak ada lagi peristiwa seperti di Saptosari terulang,” tutup Letkol Roni. **

 

sumber: liputan 6

Berita Terkait

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia
11 Duta Al-Qur’an Riau Lanjutkan Perjuangan di Hari Kedua MTQN XXXI
Semarak MTQ Nasional XXXI, Budaya Riau Hadir dalam Pawai Ta’aruf di Semarang
Polda Metro Tetapkan 3 Tersangka Pengeroyokan Maut di Kerusuhan 27 Agustus
Ketua Umum DPP AKPERSI Kirim Surat Laporan dan Audiensi kepada Presiden Prabowo, Persoalan Lahan Karangsia OKI Disorot
112 Tersangka Karhutla Ditangkap, Sebagian Besar di Riau dan Sumsel
Dapat Selamat Dari Gubernur Lemhanas RI, dr. Hj. Nadya Isra Miranti, M.K.M Sukses Menjalani PPNK Angkatan 73 Lemhannas RI
Lagi, AMP2K Gelar Demo Jilid III di Mabes Polri, Desak Kapolri Copot Kapolres Madina

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 10:19

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

Senin, 14 September 2026 - 17:13

11 Duta Al-Qur’an Riau Lanjutkan Perjuangan di Hari Kedua MTQN XXXI

Sabtu, 12 September 2026 - 16:05

Semarak MTQ Nasional XXXI, Budaya Riau Hadir dalam Pawai Ta’aruf di Semarang

Sabtu, 12 September 2026 - 13:17

Polda Metro Tetapkan 3 Tersangka Pengeroyokan Maut di Kerusuhan 27 Agustus

Kamis, 10 September 2026 - 09:15

Ketua Umum DPP AKPERSI Kirim Surat Laporan dan Audiensi kepada Presiden Prabowo, Persoalan Lahan Karangsia OKI Disorot

Berita Terbaru