BMKG: Puncak Cuaca Ekstrem saat Nataru 2026, Ini Wilayah Rawan di Riau

Senin, 29 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung hingga awal tahun 2026.

Fenomena ini bertepatan dengan puncak musim hujan yang secara klimatologis terjadi pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menjelaskan, pola atmosfer saat ini mendukung peningkatan intensitas hujan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan padat penduduk dan daerah rawan bencana hidrometeorologi.

“BMKG memprakirakan periode Natal 2025 hingga Tahun Baru 2026 bertepatan dengan puncak musim hujan,” ujar Guswanto, Senin (29/12/2025).

Menurut BMKG, hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah daerah strategis, mulai dari wilayah Jabodetabek, Jatim, Kalimantan, Aceh, Papua Selatan, hingga Riau.

Kondisi ini dinilai berisiko memicu banjir, longsor, hingga gangguan aktivitas masyarakat.

Guswanto menyebutkan, wilayah Jabodetabek diprediksi masih akan mengalami pola hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, sebagaimana yang kerap terjadi pada akhir tahun.

“Jabodetabek diperkirakan tetap mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

BMKG juga memetakan sedikitnya enam provinsi dengan potensi cuaca ekstrem signifikan. Di Jabar, khususnya kawasan Bogor, curah hujan diprakirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi selama libur Nataru, dengan potensi banjir dan longsor yang perlu diantisipasi.

Sementara itu, di Jatim, hujan lebat diperkirakan melanda wilayah Kediri dan Surabaya, terutama menjelang penghujung Desember.

Kondisi serupa juga diproyeksikan terjadi di Kalimantan, khususnya Barito Utara dan Banjarmasin, yang berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan.

Untuk wilayah Aceh, BMKG memperkirakan hujan sedang hingga lebat akan terjadi di Banda Aceh hingga awal 2026.

Di Papua Selatan, potensi cuaca ekstrem juga menjadi perhatian serius, menyusul catatan curah hujan harian di Kabupaten Boven Digoel yang telah mencapai 114 milimeter.

Adapun di Riau, khususnya Kabupaten Pelalawan, BMKG mencatat adanya potensi hujan ekstrem mulai awal Januari 2026.

Hal ini menjadi perhatian meskipun debit Sungai Kampar sempat mengalami penurunan.

“Riau (Pelalawan), BPBD setempat mengingatkan potensi hujan ekstrem mulai awal Januari 2026, meski debit Sungai Kampar sempat turun,” tuturnya.

BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus memantau informasi cuaca terkini serta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah rawan bencana, guna meminimalkan dampak yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.

 

Sumber: detik.com

Berita Terkait

Belum Ada Klarifikasi Resmi soal Dugaan Perselingkuhan Kepala DPMPTSP Dumai
H. Sunaryo Gelar Reses Tampung Aspirasi Masyarakat Kelurahan Ratu Sima
Divonis 2 Tahun Penjara, Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Lakukan Banding
Pemprov Riau Ungkap Penyebab Harga Kelapa Inhil Turun
Polres Dumai Musnahkan 30,80 Kilogram Sabu Jaringan Internasional, Selamatkan Lebih dari 155 Ribu Jiwa
Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Rutin Blok Hunian Guna Meningkatkan Keamanan Dan Ketertiban
BAZMA Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Hadirkan Pelatihan Khatib dan Pelatihan Bina Mualaf
Polres Gagalkan Penyelundupan 8 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:55

Belum Ada Klarifikasi Resmi soal Dugaan Perselingkuhan Kepala DPMPTSP Dumai

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:15

H. Sunaryo Gelar Reses Tampung Aspirasi Masyarakat Kelurahan Ratu Sima

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:52

Divonis 2 Tahun Penjara, Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Lakukan Banding

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:49

Pemprov Riau Ungkap Penyebab Harga Kelapa Inhil Turun

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:26

Polres Dumai Musnahkan 30,80 Kilogram Sabu Jaringan Internasional, Selamatkan Lebih dari 155 Ribu Jiwa

Berita Terbaru