Teleskopnews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar apel pagi dalam bentuk kesiagaan pada pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) di kantor BPS Jalan Dorak Selatpanjang Meranti. Jum’at (14/10/22) pagi.
Kepala BPS Selatpanjang Sumi’rat S.ST dalam sambutannya mengatakan Regsosek adalah upaya pemerintah dalam membangun data kependudukan tunggal atau satu data. Dengan menggunakan data tunggal, pemerintah dapat melaksanakan berbagai program secara terintegrasi, tidak tumpang tindih, dan lebih efisien.
“Ketika data Kependudukan yang tidak lengkap dan berbedaa-beda versi, tentu saja dapat menjadi penghambat penyaluran bantuan atau hal penting lainnya. Maka dari itu, diminta kepada masyarakat dapat bekerja sama dalam membantu petugas dalam menjalankan tugasnya,” harap Sumi’rat.
Sebagai seorang petugas lapangan,ppl,pml, dan koseka tentunya harus memenuhi standar profesional, terintegritas, dan menjunjung tinggi kode etik statistik. Selain itu, petugas lapangan juga harus memiliki karakter kompetensi dan literasi yang baik.
“Petugas lapangan yang sudah dibekali pelatihan dan berbagai metode lapangan, sekiranya dapat menjadi petugas yang berkompeten dalam menjalankan tugasnya pada tanggal 15 Oktober hingga 14 November 2022 mendatang,” ujarnya.
Perlu untuk diketahui, sesuai amanat presiden pada rancangan undang-undang APBN tahun 2023 tanggal 16 Agustus 2022, meminta pemerintah agar fokus dalam mengatasi kemiskinan ekstrim.
Dikatakannya, pemerintah setempat sudah berupaya dalam melakukan rapat koordinasi teknis untuk percepatan penghapus kemiskinan ekstrim dengan data yang sudah diterbitkan oleh kemenko, pembangunan manusia dan kebudayaan. Namun, untuk saat ini data terbaik adalah data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) yang basis datanya melalui survei yaang dilakukan Kementerian PMK.
“Mudah-mudahan, melalu pendataan awal Regsosek tahun 2022 ini akan semakin melengkapi data kependudukan terutama dalam program percepatan penghapusan Kemiskinan ekstrim, sehingga interfensi penghapusan kemiskinan ekstrim juga akan lebih tepat sasaran,” ungkapnya. (Dilan)








