ROHIL – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Riau ke-37 Tahun 2026 resmi ditutup Senin (22/6/2026) di Gedung Serbaguna H. Misran Rais, Jalan Gedung Nasional, Kota Bagansiapiapi. Kota Dumai sukses merebut gelar Juara Umum dan menggeser dominasi Kota Pekanbaru.
Rohil sebagai tuan rumah tampil membanggakan dengan finish di peringkat 3 besar, bukti peningkatan pembinaan atlet catur daerah.
Ketua PERCASI Rohil Saipul Tarmizi mewakili panitia menyampaikan terima kasih ke 11 kontingen kabupaten/kota se-Riau dan menyampaikan permohonan maaf bila ada kekurangan dalam pelaksanaan Kejurprov.
“Kami sadar 4 hari pelaksanaan masih ada kekurangan pelayanan. Dari lubuk hati paling dalam, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Terima kasih ke Pemda Rohil via KONI Rohil atas bantuan finansial dan moril sehingga Kejurprov ke-37 berjalan lancar, aman, sukses,” ucapnya.
Sekretaris Umum PERCASI Provinsi Riau Lajuardi Siregar mewakili Ketua Umum H. Syafri Jaya menyampaikan 2 catatan sejarah.
Pertama, suksesnya Rohil jadi tuan rumah luar biasa. Kedua, gelar Juara Umum yang biasanya dipegang Pekanbaru kini resmi berpindah ke daerah pemenang baru.
PERCASI Riau komitmen pembinaan akan dilakukan berkelanjutan.
“Kejuaraan Provinsi akan rutin tiap Juni. Untuk Kejurnas Oktober mendatang, kami siapkan stimulus uang pembinaan bulanan 1 tahun bagi atlet Riau yang juara. Kami juga resmi tutup pintu mutasi atlet dari provinsi lain. Kita bangga lahirkan grandmaster dari tanah Melayu Riau sendiri,” ujarnya.
PERCASI juga imbau atlet ke depan agar memakai seragam resmi/jersey sebagai identitas kontingen menyongsong Kejurprov ke-38 berstandar nasional.
“Kejurprov ini jadi ajang evaluasi pembinaan atlet dan penjaringan talenta ke Kejurnas 2026. Keberhasilan Rohil peringkat 3 menunjukkan pembinaan daerah mampu bersaing dengan kekuatan utama catur Riau,” ungkapnya.
PERCASI Riau sambungnya, memberikan apresiasi atas kesiapan Rohil sebagai tuan rumah. Sinergi Pemda, KONI, PERCASI, dewan hakim/juri, pelatih, dan official jadi kunci suksesnya Kejurprov.
“Kini fokus beralih ke Kejurnas Oktober 2026. Dengan insentif pembinaan dan stop mutasi atlet luar, Riau menargetkan pecatur asli daerah melangkah ke panggung nasional dan internasional,” tutupnya.
Persaingan 11 kabupaten/kota berlangsung ketat. 5 daerah sama-sama raih 3 emas. Dumai, Pekanbaru, Rohil, Siak, Meranti. Total 48 medali diperebutkan, 17 emas, 17 perak, 14 perunggu.
Berikut Hasil Akhir Kejurprov Catur Riau Ke-37 :
1. Kota Dumai – Juara Umum dengan 3 emas, 6 perak, 4 perunggu
2. Kota Pekanbaru – 3 emas, 5 perak, 5 perunggu
3.Rokan Hilir – Tuan Rumah 3 emas, 2 perak, 1 perunggu
4. Siak 3 emas, 1 perak, 1 perunggu
5. Kepulauan Meranti 3 emas, 1 perunggu
6. Pelalawan 1 emas, 2 perunggu
7. Bengkalis 1 emas
8. Kuansing 1 emas
9. Rokan Hulu 2 perak
10. Kampar 1 perak
11. Inhu Belum raih medali
.
sumber: CAKAPLAH







