Kasus Penyiraman Air Keras, JK: Usut Kasus ini Hingga Tuntas

Minggu, 15 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, meminta kepolisian mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

“Tentu kita pertama prihatin dan sayangkan itu terjadi dengan harapan agar polisi betul-betul,” kata JK dikutip dari Kompas TV, Jakarta, Sabtu (14/3/2026).

JK menduga aksi penyiraman air keras tersebut kemungkinan berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan oleh Andrie Yunus. Karena itu, ia menilai kepolisian harus aktif mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

“Tentu ada hubungannya dengan itu, apa namanya, kegiatan yang bersangkutan. Jadi perlu kita lihat seperti itu. Siapa yang dirugikan, yang bertindak begitu,” ucap JK.

Namun demikian, JK juga mengingatkan motif pelaku belum dapat dipastikan. Ia menyebut ada kemungkinan pelaku bertindak secara spontan tanpa motif yang jelas.

“Ada juga kita tahu ada anak-anak SMA yang hobinya hanya sekedar iseng, untuk mengirim begitu, kita tidak tahu ini. Jadi tinggal polisi yang harus aktif untuk melihat itu,” imbuh dia.

Dalam kesempatan tersebut, JK juga menyinggung kasus penyiraman air keras yang pernah menimpa mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, beberapa tahun lalu.

Menurut JK, kesamaan modus dalam kedua kasus tersebut memunculkan kemungkinan adanya kelompok tertentu di balik peristiwa tersebut.

Meski demikian, ia enggan berspekulasi lebih jauh.

“Karena ini setelah KPK dulu, siapa namanya si Novel Baswedan, itu kena lagi. Berarti ada kelompok atau siapa itu, kita tidak tahu,” tuturnya.

Sebelumnya, aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dibenarkan oleh Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya. Kasus tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Polres Metro Jakarta Pusat yang kini tengah melakukan penyelidikan.

Menurut Dimas, penyiraman itu dilakukan oleh orang tidak dikenal dan menyebabkan Andrie mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh.

“Terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” ujar Dimas dalam keterangan resmi yang dilansir Kompas.com, Jumat (13/3/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie selesai merekam siniar (podcast) di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.

Acara perekaman selesai sekitar pukul 23.00 WIB. Usai kejadian, Andrie segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka bakar pada kedua tangan, dada, wajah, hingga mata.

“Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM,” ujar Dimas.**

 

Sumber: KOMPAS.com.

Berita Terkait

11 Duta Al-Qur’an Riau Lanjutkan Perjuangan di Hari Kedua MTQN XXXI
Polres Dumai Gagalkan Peredaran 1.365 Pil Ekstasi dan 12 Cartridge
Semarak MTQ Nasional XXXI, Budaya Riau Hadir dalam Pawai Ta’aruf di Semarang
Polda Metro Tetapkan 3 Tersangka Pengeroyokan Maut di Kerusuhan 27 Agustus
Ketua Umum DPP AKPERSI Kirim Surat Laporan dan Audiensi kepada Presiden Prabowo, Persoalan Lahan Karangsia OKI Disorot
Pollres Bengkalis Amankan Penggarap Hutan Tanpa Izin, Pengembangan Kasus Karhutla
Mantan Kades di Bengkalis Jadi Tersangka Pemalsuan Surat Tanah-Penggelapan
112 Tersangka Karhutla Ditangkap, Sebagian Besar di Riau dan Sumsel

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 17:13

11 Duta Al-Qur’an Riau Lanjutkan Perjuangan di Hari Kedua MTQN XXXI

Senin, 14 September 2026 - 17:12

Polres Dumai Gagalkan Peredaran 1.365 Pil Ekstasi dan 12 Cartridge

Sabtu, 12 September 2026 - 16:05

Semarak MTQ Nasional XXXI, Budaya Riau Hadir dalam Pawai Ta’aruf di Semarang

Sabtu, 12 September 2026 - 13:17

Polda Metro Tetapkan 3 Tersangka Pengeroyokan Maut di Kerusuhan 27 Agustus

Kamis, 10 September 2026 - 09:15

Ketua Umum DPP AKPERSI Kirim Surat Laporan dan Audiensi kepada Presiden Prabowo, Persoalan Lahan Karangsia OKI Disorot

Berita Terbaru