Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru Rumuskan Aksi Cepat Imunisasi Campak

Rabu, 29 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RIAU – Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengadakan pertemuan bersama Pemerintah Kota Pekanbaru untuk membahas peningkatan kasus campak yang belakangan ini melonjak di wilayah kota tersebut. Pertemuan yang digelar di Kantor Wali Kota Pekanbaru itu juga menjadi ajang menyusun strategi percepatan imunisasi bagi anak-anak.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Riau Widodo memimpin langsung rapat tersebut bersama Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho serta sejumlah pejabat dari lingkungan Pemko.

Dalam pemaparannya, Widodo menjelaskan bahwa cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Pekanbaru baru mencapai 36,60 persen dari target 90 persen. Sementara itu, imunisasi BIAS MR atau Campak-Rubella untuk siswa kelas 1 SD baru menyentuh angka 28,30 persen dari sasaran 88 persen.

“Angka ini masih cukup rendah sehingga perlu dilakukan percepatan di seluruh wilayah kerja puskesmas,” ujar Widodo usai pertemuan, Selasa (28/10/2025).

Rendahnya tingkat imunisasi disebut menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya kasus campak di Pekanbaru.

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau menunjukkan hingga 21 Oktober 2025 terdapat 520 kasus suspek campak, dengan 89 kasus telah terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Sebagian besar kasus dialami anak-anak di bawah usia lima tahun, menandakan masih terjadinya penularan aktif di masyarakat.

“Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah kota agar program imunisasi dan pengendalian penyakit yang bisa dicegah lewat vaksinasi dapat diperkuat,” tutur Widodo.

Pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota, supaya pelaksanaan imunisasi bisa lebih efektif dan menjangkau seluruh kelompok sasaran.

Widodo meminta Pemko Pekanbaru segera mengeluarkan surat instruksi dan memperkuat koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan imunisasi campak dapat berjalan maksimal dan memutus rantai penularan di ibu kota Provinsi Riau.

“Kerja sama yang solid antara pemerintah provinsi dan kota menjadi kunci agar imunisasi berjalan baik serta mampu melindungi anak-anak dari penyakit menular,” tutupnya.**

 

sumber: RIAUIN.COM

Berita Terkait

Perkuat Swasembada Pangan, Polsek Bangko Bersama Petani Gelar Penanaman Jagung Serentak Kuartal III di Pekaitan
SKO Riau Jadi Juara Laga Para Juara, Wakili Northern Sumatra di Grand Final ANC 2026
11 Duta Al-Qur’an Riau Lanjutkan Perjuangan di Hari Kedua MTQN XXXI
Polres Dumai Gagalkan Peredaran 1.365 Pil Ekstasi dan 12 Cartridge
Semarak MTQ Nasional XXXI, Budaya Riau Hadir dalam Pawai Ta’aruf di Semarang
Netty Mindrayani Resmi Jadi Plt Ketua JMSI Kampar Dijabat, Gantikan Adi Jondri
Komit Membangun Media Siber Profesional, DPC JMSI Kota Dumai Periode 2026–2031 Resmi Dilantik
Apical Dukung Produktivitas Peternak Binaan di Dumai melalui Pemanfaatan Bungkil Inti Sawit

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 22:24

Perkuat Swasembada Pangan, Polsek Bangko Bersama Petani Gelar Penanaman Jagung Serentak Kuartal III di Pekaitan

Senin, 14 September 2026 - 17:15

SKO Riau Jadi Juara Laga Para Juara, Wakili Northern Sumatra di Grand Final ANC 2026

Senin, 14 September 2026 - 17:13

11 Duta Al-Qur’an Riau Lanjutkan Perjuangan di Hari Kedua MTQN XXXI

Senin, 14 September 2026 - 17:12

Polres Dumai Gagalkan Peredaran 1.365 Pil Ekstasi dan 12 Cartridge

Sabtu, 12 September 2026 - 16:05

Semarak MTQ Nasional XXXI, Budaya Riau Hadir dalam Pawai Ta’aruf di Semarang

Berita Terbaru