Pemprov Riau Ungkap Penyebab Harga Kelapa Inhil Turun

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memastikan anjloknya harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dipengaruhi melemahnya permintaan pasar dunia di tengah melimpahnya hasil panen petani. Kondisi tersebut membuat pasokan buah kelapa lebih besar dibandingkan kebutuhan industri.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriyadi, mengatakan penurunan harga kelapa tidak hanya terjadi di tingkat daerah, tetapi juga dipicu perlambatan permintaan produk kelapa dan turunannya di pasar internasional. Akibatnya, penyerapan bahan baku oleh industri pengolahan ikut melambat.

“Ada beberapa penyebab harga kelapa turun. Saat ini permintaan produk hasil kelapa dan turunannya sedang menurun di pasar global sehingga antrean bahan baku di Sambu juga sedang ramai. Penjualan ke Malaysia melalui kapal juga sedang sepi,” kata Supriyadi, Rabu 29 Juli 2026.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut berdampak pada penyesuaian harga di tingkat petani. Saat ini harga kelapa jambul yang dipasarkan ke Malaysia berada di kisaran Rp1.700 per kilogram. Sementara itu, PT Pulau Sambu membeli kelapa jambul sekitar Rp1.900 per kilogram dan kelapa licin sekitar Rp2.200 per kilogram.

Di sisi lain, produksi kelapa di Inhil justru mengalami peningkatan karena sebagian besar kebun memasuki musim panen. Menurut Supriyadi, hasil panen yang melimpah didukung oleh kondisi cuaca yang masih normal serta infrastruktur perkebunan yang semakin baik.

“Sekarang sedang musim panen dan hasilnya juga bagus. Ini merupakan dampak dari perbaikan infrastruktur. Air pasang belum terlalu tinggi dan curah hujan juga masih normal sehingga produksi buah meningkat,” ujarnya.

Supriyadi menambahkan, Pemprov Riau telah berkoordinasi dengan PT Pulau Sambu untuk mengetahui kondisi pasar terkini. Dari hasil komunikasi tersebut diketahui bahwa permintaan produk kelapa memang masih melambat, sementara pasokan buah yang masuk ke pabrik terus meningkat.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak Sambu. Mereka menyampaikan bahwa permintaan memang relatif landai, sedangkan buah yang masuk ke pabrik sedang banyak,” ungkapnya.

Meski harga kelapa sedang tertekan, Pemprov Riau menyatakan akan terus mendorong langkah jangka panjang untuk melindungi petani. Upaya tersebut dilakukan melalui pembentukan regulasi harga serta percepatan hilirisasi industri kelapa agar nilai tambah produk meningkat dan pasar bagi hasil perkebunan masyarakat semakin luas.**

 

sumber: RRI.CO,ID,

Berita Terkait

Teror Monyet Tembilahan, Korban Bertambah Jadi 10 Orang Dalam 6 Hari
Diduga Hanya Mementingkan Keuntungan Perusahaan, PT Sambu dan PT Aulia Enegi Korbankan Alam dan Masyarakat
Polres Inhil Gandeng Bidlabfor Polda Riau Selidiki Kebakaran Pipa Gas PT TGI
SMSI Inhil Goes To School Bagikan 80.000 Susu dan Edukasi Cerdas Bermedia
Mira Roza Mendapat Dukungan Dari KKTMS Dan Gonjong Limo Kota Dumai
Razia Yustisi Tim Gugus, Puluhan Pelanggar Prokes Terjaring
Satres Narkoba Polres Inhil Kembali Mengungkap TP Narkotika
Jaringan Penyelundupan Narkoba Internasional Malaysia-Indragiri Hilir Tertangkap

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:43

Teror Monyet Tembilahan, Korban Bertambah Jadi 10 Orang Dalam 6 Hari

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:49

Pemprov Riau Ungkap Penyebab Harga Kelapa Inhil Turun

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:00

Diduga Hanya Mementingkan Keuntungan Perusahaan, PT Sambu dan PT Aulia Enegi Korbankan Alam dan Masyarakat

Senin, 5 Januari 2026 - 11:32

Polres Inhil Gandeng Bidlabfor Polda Riau Selidiki Kebakaran Pipa Gas PT TGI

Senin, 20 Oktober 2025 - 22:19

SMSI Inhil Goes To School Bagikan 80.000 Susu dan Edukasi Cerdas Bermedia

Berita Terbaru