Program Kotaku, STDI Bangun Sumur Bor Agar Teralirkan Air Bersih ke Permukiman Warga

Senin, 10 September 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Benny Akbar selaku Koordinator BKM Dahrul Ihsan Mandiri saat mengabadikan momen pengerjaan pembangunan sumur bor di Kelurahan STDI sebagai salah satu Program Kotaku di Dumai.


SOROTLENSA, DUMAI – Program kota tanpa kumuh (Kotaku) merupakan satu dari sejumlah upaya pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Tujuannya untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia yang dilaksanakan di 34 provinsi dan tersebar di 269 kabupaten dan kota serta 11.067 desa dan kelurahan sebagai pencapaian target 100 persen akses air minum, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak.

Tahapan pelaksanaannya pun adalah pendataan yang ada di desa atau kelurahan oleh badan keswadayaan masyarakat (BKM) dengan melakukan pendataan kondisi awal sejak 2013 lalu.

Program ini sendiri telah disosialisasi sejak 27 April 2016 lalu yang tertuang pada surat edaran (SE) Kementerian PUPR nomor 40/SE/DC/2016 tentang pedoman umum program kota tanpa kumuh.

Hal ini pula yang dirasakan Kota Dumai, ada sejumlah wilayah yang masuk zona kumuh, diketahui tersebar 127 titik di seluruh kelurahan di Kota Dumai. Hal ini terungkap dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Dumai.

Dari 13 kelurahan itu mengacu ke beberapa indikator seperti bangunan hunian yang tidak memiliki keteraturan, kepadatan tidak sesuai ketentuan serta bangunan tidak sesuai persyaratan teknis.

Kemudian kualitas permukaan jalan yang buruk, drainase tidak tersedia atau tersumbat, tidak mengakses air minum, termasuk persampahan tidak terpelihara.

Kali ini program Kotaku juga ikut membangun kawasan kumuh di Kelurahan Simpang Tetap Dahrul Ihsan (STDI) sebagaimana diungkapkan Koordinator BKM Dahrul Ihsan Mandiri, Benny Akbar kepada Sorotlensa.com, Senin (10/9/18).

Pembangunan yang dimaksud adalah pengerjaan pembuatan sumur bor yang tujuannya agar warga sekitar dapat menikmati air bersih. “Dengan kedalaman 200 meter,”ucap pria muda yang terkenal ramah ini.

Bertempat di Jalan Sultan Hasanudin, Gang Mulia Tengah yang sudah berjalan sejak 3 September 2018 lalu dengan nama kelompok swadaya masyarakat (KSM) Mulia II yang diketuai oleh Ibnu Fajar.

”Berarti pengerjaannya sudah seminggu berjalan,”ungkap pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini.

Pengerjaannya masuk pada tahun anggaran 2018 yang nilainya sebesar Rp199.950.000,- dengan waktu pelaksanaan kurang lebih 90 hari kalender. 

“Ada tujuh orang tenaga kerja pembangunan sumur bor ini. Dengan waktu berakhirnya pada 30 November 2018 mendatang,”ucap Beben sapaan akrabnya.

“Meskipun di tahun 2017 lalu juga sudah diprogramkan dan seharusnya sudah berjalan, namun baru tahun ini betul – betul berjalan, pasalnya ada sejumlah permasalahan di manajemen BKM terdahulu,”tuturnya.

Sedangkan ia sendiri baru ditunjuk sebagai Koordinator BKM itu  di tahun 2018. 

“Kita semua totalnya ada delapan orang pengurus, tiga orang baru, salah satunya saya dan sebagian lagi ada juga pengurus lama,”ucap dia.

Dari delapan orang tersebut, pihaknya juga membagi tiga KSM lagi, guna mengerjakan tiga pembangunan selain pembuatan sumur bor. Jadi dua KSM lagi yakni pembangunan tower yang fungsinya untuk menampung air yang sudah dipompa nantinya.

“Termasuk pemasangan pipa ke permukiman warga yang target  awalnya dapat teralirkan 55 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 247 jiwa, dengan rincian lelaki 143 orang dan perempuan 104 orang,”tutur dia berujar.

Sehingga ditotalkan nilai keseluruhannya mencapai 500 juta rupiah. Untuk itu ia pun tidak muluk-muluk, harapannya, tanggung jawab yang sudah diemban kepadanya dapat selesai dengan tepat waktu sesuai harapan masyarakat STDI.

“Makanya kita juga perlu peran serta dari teman – teman di lapangan, semoga program Kotaku ini memang dapat dirasakan oleh masyarakat STDI sebagaimana yang sudah tercantum yakni kontribusi pengurangan kumuh aspek pada pelayanan air bersih,”tutupnya.(red)

Berita Terkait

Polres Dumai Musnahkan 30,80 Kilogram Sabu Jaringan Internasional, Selamatkan Lebih dari 155 Ribu Jiwa
BAZMA Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Hadirkan Pelatihan Khatib dan Pelatihan Bina Mualaf
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Terima Kunjungan Mahasiswa Nasional hingga Internasional
Pengurus IKJS Dumai Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Mitra Pembangunan Kota Idaman
Bocah Tenggelam di Dermaga TPI Dumai Ditemukan Meninggal Dunia
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Salurkan Kepedulian Melalui Program Pertamina Berkah di Tiga Wilayah Operasi Berbeda
Hasil Kejurprov Catur Riau Ke-37, Dumai Juara Umum
Cekcok Saat Minum Tuak, Pria di Dumai Tikam Temannya hingga Tewas

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:26

Polres Dumai Musnahkan 30,80 Kilogram Sabu Jaringan Internasional, Selamatkan Lebih dari 155 Ribu Jiwa

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:34

BAZMA Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Hadirkan Pelatihan Khatib dan Pelatihan Bina Mualaf

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:32

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Terima Kunjungan Mahasiswa Nasional hingga Internasional

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:07

Pengurus IKJS Dumai Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Mitra Pembangunan Kota Idaman

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:55

Bocah Tenggelam di Dermaga TPI Dumai Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Bengkalis

Polres Gagalkan Penyelundupan 8 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:28