Viral! Kepala Patung Soekarno Miring, Simak Penjelasannya

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INDRAMAYU – Patung Presiden Pertama RI Soekarno yang berdiri di kawasan Alun-alun Indramayu mendadak menjadi pusat perhatian publik. Sebuah video yang menunjukkan bagian leher patung itu rusak dan tampak miring beredar luas di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat patung Soekarno yang biasanya tegak berdampingan dengan patung Mohammad Hatta kini tampak tidak sempurna. Bagian lehernya mengalami kerusakan dan kemiringan.

Plt Kabid Perumahan dan Permukiman Diskimrum Kabupaten Indramayu Krisdiantoro angkat bicara soal kerusakan patung tersebut. Ia menjelaskan patung Soekarno mengalami kerusakan sejak Kamis (13/11) sore.

Menurut Krisdiantoro, kerusakan tersebut terjadi setelah patung tertimpa tenda yang digunakan pada acara penyerahan SK PPPK Paruh Waktu di alun-alun. Ia menjelaskan, tenda tersebut roboh karena terpaan angin kencang dan akhirnya mengenai patung Soekarno.

“Waktu itu ada pelantikan PPPK Paruh Waktu. Kita tidak tahu kenapa sampai hari kamis sore tenda belum dilepas. Sampai hari Kamis sore itu ada kejadian angin dan akhirnya roboh kena patung,” kata dia, Selasa (18/11/2025).

Krisdiantoro menerangkan patung tersebut dibangun oleh Dinas Kimrum Kabupaten Indramayu pada 2023. Ia menyebut, patung Soekarno itu dibuat menggunakan bahan tembaga.

“Bahannya dari tembaga. Dulu memang dibangun oleh Dinas Kimrum tahun 2023,” ungkap dia.

Menurut Krisdiantoro, menanggapi kerusakan pada patung tersebut, pihaknya akan segera melakukan perbaikan. Saat ini, patung Soekarno untuk sementara dicopot, begitu pula patung Mohammad Hatta.

“Sementara dicopot dulu dua-duanya. Karena itu kan sepasang Soekarno-Hatta,” ujarnya.

Dalam hal ini, pihaknya akan menelusuri kembali perajin yang dulu membuat patung tersebut. Krisdiantoro menilai, perbaikan sebaiknya dilakukan oleh perajin yang sama agar hasilnya sesuai dengan bentuk awal.

“Kita sedang menelusuri siapa yang dulu membuatnya,” ucap Krisdiantoro.**

 

sumber: detikcom

Berita Terkait

Ketua Umum JMSI Percaya, Kebebasan Informasi dan Revolusi Digital Bisa Jadi Lokomotif Pembangunan
Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati, Berikut Daftar Lengkapnya
PWI Terima Permintaan Maaf Hotman Paris: Tapi Proses Hukum Tetap Jalan
Tiga Orang Tewas, Rumah Mewah di Kompleks Grand Polonia Meledak
Kompak Berseragam Hijau, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung Ramaikan Pembinaan Jasmani Bersama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak
Hadiri Pertemuan Rutin Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan di Kota Agung, Kalapas 1 Bandar Lampung Perkuat Silaturahmi
Tetap Menghijau Saat Akhir Pekan, Lapas Kelas I Bandar Lampung Tegaskan Karya Bermanfaat Tidak Pernah Libur
Apel Petugas Piket Akhir Pekan, Kalapas Pastikan Optimalisasi Pelayanan dan Keamanan

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:05

Ketua Umum JMSI Percaya, Kebebasan Informasi dan Revolusi Digital Bisa Jadi Lokomotif Pembangunan

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:45

Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati, Berikut Daftar Lengkapnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:42

PWI Terima Permintaan Maaf Hotman Paris: Tapi Proses Hukum Tetap Jalan

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:29

Tiga Orang Tewas, Rumah Mewah di Kompleks Grand Polonia Meledak

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:44

Kompak Berseragam Hijau, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung Ramaikan Pembinaan Jasmani Bersama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak

Berita Terbaru