Panpel Lakukan Revisi Syarat Lomba, Ketua PWI Meranti,: Nominasi Pemenang dan Hadiah Diperbanyak

Senin, 28 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERANTI – Panitia pelaksanaan pelantikan (panpel) Pengurus PWI Kepulauan Meranti melakukan revisi terhadap syarat ketentuan Lomba Karya Jurnalistik (LKJ). Tujuannya untuk memberikan kemudahan bagi peserta dalam mengikuti lomba.

Selain dipermudah, nominasi pemenang dan hadiah lomba juga ditambah. Upaya ini dilakukan guna merangsang dan meningkatkan kemauan masyarakat, sehingga bisa berpartisipasi tanpa dipersulit oleh syarat.

“Kita segera merevisi syarat dan ketentuan lomba agar mempermudah peserta. Khususnya lomba foto, dan LKTJ nominasi pemenang dan hadiahnya bakal kita tambah lagi,” kata Ketua Panitia Pelaksana, Angrea Eko usai rapat teknis diantor PWI Kepulauan Meranti, Jalan Durian, Selatpanjang, Sabtu (26/9) malam.

Menurut dia, banyak masukan dari masyarakat umum terkait syarat ketentuan lomba yang terasa memberatkan peserta. Meskipun, pada awalnya item syarat dan ketentuan yang sudah disepakati bersama para ahli dibidangnya sesuai dengan aturan main setiap perlombaan.

“Ada beberapa hal yang membuat peserta bingung pada syarat lomba. Seperti halnya peserta yang hanya bermodalkan foto melalui handphone langsung merasa kalah saing jika diadukan dengan kalangan fotografer yang profesional dengan kamera DSRL,” terangnya.

Wakil Ketua PWI Kepulauan Meranti, Pauzi juga menambahkan, ada dua kategori lomba yang akan direvisi ketentuan syarat dan hadiahnya. Diantaranya lomba karya tulis jurnalistik dan foto. Khusus karya tulis akan ditambah nominasi pemenangnya.

“Nominasi pemenang lomba karya tulis akan diperbanyak, otomatis hadiahnya juga ditambah. Sebelumnya hanya ada 3 juara, kemudian ada juara 3 harapan. Jadi total ada 6 pemenang. Untuk hadiah juara I Rp7 juta, juara II Rp5 juta, juara III Rp3 juta, harapan I Rp1,5 juta, harapan II Rp1 juta, dan harapan III Rp750 ribu,” rinci Pauzi

Sementara lomba foto, kata Pauzi akan dibungkus dengan nilai semi jurnalistik. Artinya, peserta bisa bebas mengambil objek foto sesuai tema yang diminta, namun tidak meninggalkan nilai jurnalistiknya. Sebagai contoh keterangan foto yang menunjukkan lokasi dan waktu pengambilan.

Tak hanya itu, lomba foto juga akan dipilah menjadi dua jenis yaitu, foto kamera (DSLR) dan foto kamera handphone. Dua foto jenis ini disepakati untuk mengurangi pesimistis peserta yang hanya bermodalkan handphone saja, sehingga mereka tetap bisa ikut berkompetisi.

“Lomba foto hasil potret DSLR dan kamera handphone tetap bisa sama-sama berkompetisi. Namun, hadiahnya kita bedakan. Hadiah pemenang untuk foto dari DSLR yaitu juara I Rp4 juta, juara II Rp2 juta, dan juara III Rp1,5 juta. Sedangkan untuk foto kamera handphone juara I Rp2 juta, juara II Rp1 juta, dan juara III Rp 750 ribu,” jelasnya

Ketua PWI Kepulauan Meranti, Syamsidir Salim mengakui revisi syarat ketentuan LKJ sengaja dilakukan agar peserta tidak kaku terhadap aturan main dalam lomba tersebut. Tapi hanya dua kategori lomba saja yang sesikit dilakukan perubahan, namun tidak pada lomba video.

“Kita lakukan mengingat banyaknya masukan dari kawan-kawan yang berat jika lomba foto hasil DSLR diadukan dengan handphone. Tentu hasil fotonya lebih berkualitas di DSLR. Setelah kita pertimbangkan, untuk hasil foto dari kamera handphone akan dikhususkan. Jadi mereka yang menggunakan handphone bisa berkesempatan untuk mengikuti lomba, namun dibedakan dengan DSLR,” jelasnya.

Disamping itu, panitia juga menekankan bahwa khusus untuk lomba foto, masing-masing peserta hanya boleh mengikuti satu jenis saja. Artinya, jika peserta memilih foto pro (DSLR), maka tidak lagi diperbolehkan mengirimkan hasil dari foto Handphone.

Sedangkan untuk lomba karya tulis jurnalistik, lanjutnya, nominasi atau calon pemenangnya akan ditambahkan. Sehingga, khususnya wartawan yang bertugas di Kepulauan Meranti berkesempatan untuk berkompetisi mengasah tulisannya dan bisa memperebutkan hadiah yang disediakan.

“Kita pikir lomba tulis jika dibuat hanya ada 3 pemenang, dikhawatirkan partisipasi (wartawan) minim untuk mengikuti. Jadi, kalau ditambah pemenangnya akan menjadi semangat mereka untuk mengikuti lomba,” kata Syamsidir.      (Rls/DIL)

Berita Terkait

Open House Pemprov Riau Hanya Satu Hari, Digelar di Hari Pertama
Barang Bukti Kasus Korupsi Malah Dikorupsi Lagi 
Buruh Perkebunan Gruduk Kantor Asian Agri Grup: Hentikan Perbudakan Terhadap Istri dan Anak
Wapresma STIA Lancang Kuning Kecam Insiden Kebakaran Kilang Pertamina Dumai
Sistem Komunikasi dan Respons PT Wilmar Lambat, Edison : Jangan Main – Main Dengan Nyawa
Apical Tegaskan Komitmen Pendampingan untuk Kembangkan Budidaya Ternak di Dumai
Polairud Polres Dumai Amankan 1 Orang Pelaku TPPO
Jaringan Perdagangan Bayi di Pekanbaru Dibongkar, Modus Adopsi Ilegal

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:20

Open House Pemprov Riau Hanya Satu Hari, Digelar di Hari Pertama

Jumat, 20 Februari 2026 - 15:22

Barang Bukti Kasus Korupsi Malah Dikorupsi Lagi 

Sabtu, 15 November 2025 - 11:20

Buruh Perkebunan Gruduk Kantor Asian Agri Grup: Hentikan Perbudakan Terhadap Istri dan Anak

Kamis, 2 Oktober 2025 - 21:09

Wapresma STIA Lancang Kuning Kecam Insiden Kebakaran Kilang Pertamina Dumai

Minggu, 20 April 2025 - 12:20

Sistem Komunikasi dan Respons PT Wilmar Lambat, Edison : Jangan Main – Main Dengan Nyawa

Berita Terbaru