Sidang Perdana Praperadilan, Status Tersangka J Dipertanyakan

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUMAI – Sidang perdana praperadilan terkait penetapan tersangka oleh Polres Dumai terhadap seorang notaris berinisial J resmi digelar di Pengadilan Negeri Dumai, Kamis (16/04/2026).

Sidang tersebut dipimpin oleh hakim tunggal Rina Yose, S.H., dengan agenda pembacaan permohonan praperadilan dari pihak pemohon, yakni kuasa hukum tersangka.

Dalam persidangan yang berlangsung di ruang utama pengadilan, kuasa hukum notaris J membacakan permohonan secara rinci. Pada pokoknya, permohonan tersebut mempersoalkan keabsahan penetapan status tersangka oleh penyidik.

Pihak pemohon menilai proses penetapan tersangka tidak memenuhi prosedur hukum yang berlaku, baik dari aspek kecukupan alat bukti maupun tahapan penyidikan. Selain itu, pemohon juga meminta hakim untuk menyatakan penetapan tersangka terhadap kliennya tidak sah serta memulihkan hak-hak hukum notaris J.

Sementara itu, pihak termohon dari aparat penegak hukum dijadwalkan akan menyampaikan jawaban dalam sidang lanjutan yang akan digelar pada Jumat (17/04/2026), sesuai agenda yang telah ditetapkan pengadilan.

Sidang berlangsung tertib dengan pengamanan dari aparat kepolisian guna memastikan proses berjalan lancar. Hakim kemudian menutup persidangan dan menetapkan jadwal lanjutan untuk mendengarkan jawaban dari pihak termohon sebelum memasuki tahap pembuktian.

Usai persidangan, kuasa hukum notaris J, Buyung, S.H. dari Kantor Advokat BUYUNG & PARTNERS, menyampaikan bahwa pihaknya berharap praperadilan ini dapat menjadi sarana untuk menjamin perlindungan hak-hak seseorang yang tengah menjalani proses hukum.

“Kami dari pihak pemohon berharap agar seluruh pihak dapat memahami bahwa praperadilan ini merupakan bentuk upaya memperjuangkan terjaminnya hak-hak seseorang dalam proses hukum. Maka kita ikuti dulu proses persidangannya, sesuai dengan semangat KUHAP yang baru sebagai kontrol terhadap jalannya penegakan hukum agar tetap adil, transparan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai HAM,” ujarnya kepada awak media.

Kasus ini menjadi perhatian publik di Kota Dumai, mengingat profesi notaris memiliki peran penting dalam berbagai aspek hukum perdata.

Perkembangan sidang praperadilan ini akan terus dipantau sebagai bagian dari upaya mewujudkan penegakan hukum yang transparan dan akuntabel. (*)

Berita Terkait

Kota Dumai Raih Juara Umum Terbaik Pertama Apresiasi GTK Riau 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tanam 500 Mangrove, Perkuat Penanggulangan Abrasi di Kelurahan Mundam
Rutan Dumai Ikuti Silaturahmi Bersama Wamen Imipas, Perkuat Koordinasi Pemasyarakatan
Kanwil Kemenkum Riau Beri Masukan Lima Ranperda Dumai, Perkuat Kepastian Hukum
Polres Dumai Ungkap Dugaan Peredaran Etomidate, Empat Pria Diamankan
Pemko Dumai Lantik Sejumlah Pejabat, Reza Fahlepi dan Agus Gunawan Isi Jabatan Strategis
RGE Founders Day 2026, Apical Salurkan Perlengkapan Melaut kepada 13 Nelayan di Dumai
Bawa 5,2 Kg Sabu dari Malaysia, Pria Asal Medan Dijanjikan Upah Rp20 Juta

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:38

Kota Dumai Raih Juara Umum Terbaik Pertama Apresiasi GTK Riau 2026

Rabu, 4 November 2026 - 10:10

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tanam 500 Mangrove, Perkuat Penanggulangan Abrasi di Kelurahan Mundam

Selasa, 3 November 2026 - 16:28

Kanwil Kemenkum Riau Beri Masukan Lima Ranperda Dumai, Perkuat Kepastian Hukum

Selasa, 3 November 2026 - 16:19

Polres Dumai Ungkap Dugaan Peredaran Etomidate, Empat Pria Diamankan

Senin, 2 November 2026 - 17:26

Pemko Dumai Lantik Sejumlah Pejabat, Reza Fahlepi dan Agus Gunawan Isi Jabatan Strategis

Berita Terbaru