Oknum Pengurus Ponpes Sidoarjo Ternyata 7 Kali Perkosa Santriwati

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIDOARJO – Satres PPA dan TPPO Polresta Sidoarjo menangkap seorang pengurus sekaligus tenaga pendidik di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Pria berinisial UJF (30) itu diduga melakukan persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap seorang santriwati yang masih di bawah umur hingga 7 kali.

Kasatres PPA dan TPPO Polresta Sidoarjo, Kompol Rohmawati Lailah menegaskan bahwa pengurus ponpes cabul itu saat ini telah diamankan dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Proses hukum sedang berjalan.

“Pelaku sudah kami amankan dan saat ini sedang menjalani proses hukum,” kata Rohmawati kepada wartawan, Kamis (9/7/2026)

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dugaan tindak pidana itu terjadi sebanyak 7 kali dalam kurun waktu September hingga Desember 2025. Seluruh kejadian diduga berlangsung di lantai dua gudang pondok pesantren di Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

Kasus itu terungkap setelah korban menceritakan dugaan peristiwa yang dialaminya kepada keluarganya. Laporan kemudian disampaikan ke Polresta Sidoarjo hingga akhirnya Satres PPA dan TPPO melakukan penyelidikan dan menangkap terduga pelaku.

Rohmawati menjelaskan, berdasarkan keterangan yang didapatkan penyidik, peristiwa itu bermula saat korban bersama santri lainnya diminta membersihkan area musala pondok.

Korban kemudian dipanggil oleh tersangka untuk membersihkan gudang di lantai 2. Di lokasi itulah pelaku membujuk korban dengan iming-iming sebelum melakukan persetubuhan dan perbuatan cabul.

“Korban sempat menolak, namun pelaku diduga tetap memaksakan kehendaknya. Keterangan tersebut saat ini masih kami dalami sebagai bagian dari proses penyidikan,” ujar Rohmawati.

Saat ini penyidik masih memeriksa sejumlah saksi dan melengkapi alat bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Polisi juga memastikan korban mendapatkan pendampingan selama proses penanganan perkara.**

 

sumber: detikcom

Berita Terkait

Kabur ke Riau, DPO Kasus Penganiayaan Maut Ditangkap di Kapal Trawl
Polda Riau Gerebek Gudang Diduga Penampungan Solar Ilegal di Kampar, Sempat Dihalangi Warga
Eks Dirut PT SPRH Jadi Tersangka Korupsi Dana CSR Rp19,57 Miliar, Kerugian Negara Tembus Rp13 Miliar
Polsek Dumai Barat Ungkap Dugaan Penggelapan 8,48 Ton Inti Sawit, Kerugian Capai Rp108,9 Juta
Kembangkan Kasus Peredaran Sabu, Satresnarkoba Polres Dumai Amankan AR dengan 16 Paket Barang Bukti
Remaja di Dumai Ditangkap, Diduga Setubuhi Pelajar SMP yang Masih Berusia 14 Tahun
Pelaku Pembunuhan Sampurna Pohan di Rohil Ditangkap Polisi, Sembunyi di Kebun Sawit
Polres Dumai Gagalkan Peredaran 1.365 Pil Ekstasi dan 12 Cartridge

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:36

Kabur ke Riau, DPO Kasus Penganiayaan Maut Ditangkap di Kapal Trawl

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:55

Polda Riau Gerebek Gudang Diduga Penampungan Solar Ilegal di Kampar, Sempat Dihalangi Warga

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:53

Eks Dirut PT SPRH Jadi Tersangka Korupsi Dana CSR Rp19,57 Miliar, Kerugian Negara Tembus Rp13 Miliar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:45

Polsek Dumai Barat Ungkap Dugaan Penggelapan 8,48 Ton Inti Sawit, Kerugian Capai Rp108,9 Juta

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:11

Kembangkan Kasus Peredaran Sabu, Satresnarkoba Polres Dumai Amankan AR dengan 16 Paket Barang Bukti

Berita Terbaru