Diduga Aktivitas Bongkar Muat CPO diSungai Dumai Ilegal, dan Dibekingi Oknum Tertentu

Jumat, 22 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUMAI – Aktivitas penampungan Crude Palm Oil (CPO) yang diduga ilegal dari Kapal tangker ke kapal tongkang  di sungai Dumai disebut-sebut dibeking oknum aparat tertentu. Dengan kata lain mereka (pengusaha-Red) yang dijuluki sebagai mafia CPO semakin bebas beroperasi.

Menurut informasi yang didapat, usaha tersebut dikelola oleh inisial ASR, dan sebagai perpanjangan tangan nya ditunjuk lah salah seorang yang mengawasi.

Hal ini dikemukakan oleh salah seorang warga dilokasi dimana tempat aktivitas bongkar muat CPO tersebut.

” Kalau tak ada beking oknum aparat, mana mungkin usaha CPO ilegal seperti itu bebas beroperasi di pinggir laut Dumai. Sementara petugas yang berwenang patroli disekitar pinggir laut Dumai itu terus menerus,”sebut salah seorang warga berinisial HS kepada awak media pada Kamis(21/10/2021).

Menurutnya, oknum petugas pengawas keluar masuk untuk mengawasi aktivitas bongkar muat tersebut.

Disisi lain ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Kota Dumai menilai perlunya peran semua unsur aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk mengentaskan para mafia yang masih bermunculan di Kota Dumai.

“Untuk menuntaskan masalah ini harus ada kerjasama dengan pihak Pemko Dumai, Polres Dumai dan Lanal Dumai,”ucap Ariadiono selaku ketua LCKI kota Dumai.

Sebelumnya, terkait hal ini sempat awak media mengkonfirmasi kepada AN yang disebut – sebut sebagai pemilik usaha tersebut Melalui via telepon selulernya, pada Minggu (5/9/2021) dan mengakui ini adalah bentuk usaha kecil kecilan.

“hanya pemain kecil kecilan,” jawab AN sembari sambil tertawa kecil.

Modus operandi yang dilakukan mafia CPO untuk mendapat target minyak turunan sawit tersebut melobi para ABK kapal tanker dan kapal tongkang yang sedang berlabuh jangkar disekitar  pantai laut Dumai agar para ABK mau menjual sebagian CPO yang ada di dalam kapal tersebut.

Kaki tangan mafia CPO langsung membawa kapal pompong mendekat ke kapal tanker maupun kapal tongkang, kemudian setelah ada kesepakatan antara kaki tangan mafia CPO dengan para ABK, selanjutnya CPO diturunkan dengan menggunakan alat selang ke dalam palka kapal pompong sesuai kesepakatan, kemudian para kaki tangan mafia CPO mengangkut CPO tersebut ke pinggir sungai Dumai menggunakan kapal yang bermuatan 35 ton.

sesampainya di dermaga, CPO di muat menggunakan mobil tengki yang bermuatan lebih kurang 30 ton dan sampai saat ini aktivitas yang diduga ilegal lancar beroperasi tanpa tersentuh hukum.(Red)

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tanam 500 Mangrove, Perkuat Penanggulangan Abrasi di Kelurahan Mundam
Rutan Dumai Ikuti Silaturahmi Bersama Wamen Imipas, Perkuat Koordinasi Pemasyarakatan
Kanwil Kemenkum Riau Beri Masukan Lima Ranperda Dumai, Perkuat Kepastian Hukum
Polres Dumai Ungkap Dugaan Peredaran Etomidate, Empat Pria Diamankan
Pemko Dumai Lantik Sejumlah Pejabat, Reza Fahlepi dan Agus Gunawan Isi Jabatan Strategis
RGE Founders Day 2026, Apical Salurkan Perlengkapan Melaut kepada 13 Nelayan di Dumai
Polres Dumai dan Satpol PP Razia Tiga Tempat Hiburan, 30 Pengunjung Dites Urine
Polisi Gerebek Kamar Kos di Dumai, Pria Diamankan dengan 3 Paket Sabu

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:10

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tanam 500 Mangrove, Perkuat Penanggulangan Abrasi di Kelurahan Mundam

Selasa, 3 November 2026 - 19:34

Rutan Dumai Ikuti Silaturahmi Bersama Wamen Imipas, Perkuat Koordinasi Pemasyarakatan

Selasa, 3 November 2026 - 16:28

Kanwil Kemenkum Riau Beri Masukan Lima Ranperda Dumai, Perkuat Kepastian Hukum

Selasa, 3 November 2026 - 16:19

Polres Dumai Ungkap Dugaan Peredaran Etomidate, Empat Pria Diamankan

Senin, 2 November 2026 - 13:47

RGE Founders Day 2026, Apical Salurkan Perlengkapan Melaut kepada 13 Nelayan di Dumai

Berita Terbaru