Putin Sakit Kanker, Ini Penjelasan Menlu Rusia

Senin, 30 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teleskopnews.com – Kabar Presiden Rusia, Vladimir Putin sakit kanker di tengah agresi Moskow ke Ukraina mendadak viral dan jadi perbincangan publik.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, buka suara menyikapi kabar Presiden Rusia, Vladimir Putin sakit kanker yang belakangan jadi gunjingan publik.

Lavrov membantah spekulasi yang menyebut bahwa Presiden Vladimir Putin tengah sakit. Ia memastikan Putin dalam kondisi sehat seperti terlihat di publik.

“Saya kira beberapa orang yang waras bisa melihat orang ini [Putin] tanda-tanda penyakit atau penyakit tertentu,” kata dia kepada TF1 seperti di kutip AFP pada Senin (30/5).

Lebih lanjut Lavrov menerangkan, Putin tampil di depan umum hampir setiap hari.

“Anda dapat melihatnya di layar, membaca dan mendengarkan pidatonya,” kata Lavrov dalam pernyataan resmi Kemlu Rusia.

“Saya menyerahkan [isu sakit Putin] kepada yang menyebarkan desas-desus seperti itu,” ia melanjutkan.

Lavrov juga menyebut orang nomor satu di Rusia itu akan berulang tahun yang ke 70 pada Oktober mendatang.

Kesehatan Putin dan kehidupan pribadinya merupakan tabu di bicarakan di Rusia. Kedua hal tersebut nyaris tak pernah menjadi konsumsi publik.

Sebelumnya, Putin di sebut hanya punya sisa hidup hingga tiga tahun karena penyakit yang di deritanya.

Benarkah Putin Sakit Kanker?

Melansir CNN Indonesia, Putin menurut laporan menderita kanker dan kesehatannya memburuk dengan cepat.

“[Putin] punya waktu tak lebih dari dua hingga tahun untuk tetap hidup. [Ia punya] kanker yang berkembang pesat,” kata salah satu perwira pembelot Badan Intelijen Rusia (FSB), Boris Karpichkov, seperti di kutip The Independent.

Pernyataan Karpichkov berasal dari mata-mata Rusia yang tak di kenal. Mata-mara itu juga mengatakan Putin kerap mengalami sakit kepala dan fungsi pengelihatannya memburuk.

“Kami di beritahu bahwa dia menderita sakit kepala dan ketika dia muncul di TV. Dia membutuhkan selembar kertas dengan semua yang di tulis dalam huruf besar untuk membaca apa yang akan dia katakan,” kata perwira Rusia itu kepada Sunday Mirror .

Huruf-huruf yang tertera di setiap halaman, lanjutnya, begitu besar. “[Karena] Penglihatannya benar-benar memburuk,” kata Karpichkov.

Putin telah memimpin Rusia selama lebih dari dua dekade. Ia menjadi sorotan dunia usai menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu.

Invasi itu telah menewaskan ribuan orang, memicu krisis pengungsi terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II dan membuat Moskow banjir sanksi dari Barat, negara lain serta organisasi internasional.

Berita Terkait

Usia Produktif Dominasi Kasus AIDS di Riau, Laki-laki Paling Banyak Terdampak
Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru Rumuskan Aksi Cepat Imunisasi Campak
Kasus Campak Naik, Diskes Riau Lakukan Imunisasi Tambahan
Petaka Baru Hantam Bangladesh, 215 Orang Tewas Akibat Wabah DBD
AS Tarik Udang Beku dari Indonesia, Diduga Terkontaminasi Cesium-137
Dukung Program Asta Protas Kemenag, MTs Negeri 1 Dumai Tanam Pohon Matoa
Pererat Silaturahmi, Club Renang Mutiara Akuatik Dumai Gelar Berbuka Bersama
Kelompok KKN UNRI dan ABDURRAB Laksanakan Pemeriksanaan Kesehatan Gratis

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 17:10

Usia Produktif Dominasi Kasus AIDS di Riau, Laki-laki Paling Banyak Terdampak

Rabu, 29 Oktober 2025 - 10:42

Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru Rumuskan Aksi Cepat Imunisasi Campak

Senin, 27 Oktober 2025 - 10:35

Kasus Campak Naik, Diskes Riau Lakukan Imunisasi Tambahan

Kamis, 9 Oktober 2025 - 11:51

Petaka Baru Hantam Bangladesh, 215 Orang Tewas Akibat Wabah DBD

Rabu, 20 Agustus 2025 - 11:48

AS Tarik Udang Beku dari Indonesia, Diduga Terkontaminasi Cesium-137

Berita Terbaru