Benarkah Kasus DBD Di Meranti Meningkat ? Ini Penjelasan Kadiskes

Jumat, 7 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teleskopnews.com, Selatpanjang – Kondisi curah hujan yang tidak menentu, disertai lingkungan dan rumah yang terdapat genangan air. Tentunya dapat menjadi salah satu penyebab peningkatan Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dari total Kasus DBD tahun 2022 sampai dengan Bulan September yaitu 30 Kasus. Terbanyak Selatpanjang Timur 13 kasus, Selatpanjang Kota 7 kasus , Alahair 3 kasus, sisanya di Banglas, Alahair, Selatpanjang Selatan, Tebing Tinggi Barat dan Tanjung Samak.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Muhammad Fahri didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Zulham, mengatakan bahwa kasus DBD mengalami peningkatan dibanding tahun 2021 yang hanya 8 kasus. Namun dibandingkan dengan tahun 2019 lalu, mencapai 240 kasus DBD.

“Ini hanya perkiraan. Berdasarkan siklus 5 tahunan, pada tahun 2022 ini belum mencapai puncaknya, perkiraan puncak kasus DBD yaitu pada tahun 2024. Mengingat biasanya pada musim hujan saat ini kasus DBD mengalami peningkatan yang signifikan,” ujar Fahri di Kantor Dinas Kesehatan Jalan Kesehatan. Jumat (07/10/22) pagi.

Ia juga mengatakan, dalam penanganan kasus DBD ini tidak bisa hanya dilakukan dari pihak kesehatan saja, tetapi perlu adanya kesadaran dari masyarakat dalam memberantas penyebaran virus ini.

“Selama ini stigma dari kebanyakan masyarakat itu hanya berupaya untuk dilakukannya fogging dari rumah ke rumah. Tapi tanpa disadari, aktivitas fogging hanya efektif dalam membunuh nyamuk dewasa saja dan tidak untuk larva, telur, ataupun jentik nyamuk. Sedangkan yang menjadi sebab utama dari virus Aedes Aegypti itu adalah dari larvanya itu sendiri,” jelasnya.

Kemudian, dalam memberantas kasus DBD bisa dengan menerapkan 3M plus. Seperti menguras tempat tampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas. Lalu plusnya adalah menghindari gigitan nyamuk, menggunakan klambu disaat tidur, terakhir menyalakan obat nyamuk.

“Yang terpenting sebenarnya itu adalah perubahan perilaku masyarakat dengan patuh akan perilaku hidup bersih dan sehat. Kalau dari pihak kami saja yang melakukan pemberantasan, maka akan sia-sia. Untuk itu, perlu kesadaran dari masyarakat lah menyikapi seberapa pentinganya kasus ini,” ungkapnya. (Dil)

Berita Terkait

Pengecekan Ketahanan Pangan Bergizi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Laksmana Tanam Bayam di Jalan Cendrawasih
AIPDA Anwar Dedi Cek Kebun Cabai Warga di Kelurahan Laksamana
Bhabinkamtibmas Dumai Kota Tanam Selada di Lahan Pekarangan, Dukung Program Ketahanan Pangan
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Bersiap Produksi SAF Lewat Persiapan Sarfas Pengolahan Minyak Jelantah, Cikal Bakal Ekonomi Berkelanjutan Lewat JELMA
Open House Pemprov Riau Hanya Satu Hari, Digelar di Hari Pertama
Barang Bukti Kasus Korupsi Malah Dikorupsi LagiĀ 
Ratusan Keluarga di Meranti Pilih Mundur dari Bansos
Polda Riau Segera Perbaiki Jembatan Demi Keamanan Anak SD 18 Semulut

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:42

Pengecekan Ketahanan Pangan Bergizi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Laksmana Tanam Bayam di Jalan Cendrawasih

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:11

AIPDA Anwar Dedi Cek Kebun Cabai Warga di Kelurahan Laksamana

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:48

Bhabinkamtibmas Dumai Kota Tanam Selada di Lahan Pekarangan, Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 4 Mei 2026 - 21:35

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Bersiap Produksi SAF Lewat Persiapan Sarfas Pengolahan Minyak Jelantah, Cikal Bakal Ekonomi Berkelanjutan Lewat JELMA

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:20

Open House Pemprov Riau Hanya Satu Hari, Digelar di Hari Pertama

Berita Terbaru