HMI Dumai Minta Pemerintah Bentuk Tim Khusus Investigasi Penumpukan Limbah B3 Serta Pembantaian Hutan Manggrove

Rabu, 21 Agustus 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fhoto bersama HMI dengan Pemerintah dan perwakilan PT. Pertamina usai sharing di DLH.

Dumai – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kota Dumai tunjukan keseriusan terkait dugaan penumpukan limbah B3 di areal 10 serta pembantaian hutan manggrove oleh PT. Pertamina (Persero) RU II Dumai.
Dikarenakan keterbatasan ruang untuk menindak lanjuti pemberitaan di berbagai media dan para saksi yang ada terkait hal tersebut, para mahasiswa ini meminta dengan tegas kepada Pemerintah Kota Dumai untuk membentuk tim khusus guna melakukan Investigasi persoalan tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Iwan Setiawan selaku Kordinator Lapangan (korlap) terkait pergerakan tersebut.
  ” Kita meminta pihak pemerintah agar membentuk tim khusus melakukan investigasi terkait dugaan penumpukan limbah B3 serta pembantaian hutan mangrove sebagai tanaman yang dilindungi,” ujar Iwan pada sorotlensa.com rabu 21/08/2019.
Ditambahkan Iwan, permintaan ini dilakukan lantaran Pertamina sempat menahan mereka masuk areal Kilang guna melihat langsung lokasi dugaan penumpukan limbah yang dimaksud.
   ” Sebelumnya pihak Pertamina RU II sempat menolak kita untuk masuk kelokasi dugaan penumpukan limbah tersebut, hal inilah yang menjadi dasar kita meminta pemerintah membentuk tim khusus,” tambahnya.
Suasana sharing HMI, PT. Pertamina dan Pemrintah di kantor DLH
Andi Qadri bersama rekan-rekan juga mendesak agar DLH dan pihak Kepolisian mengumpulkan bukti-bukti dari para saksi terkait hal ini, HMI  sebelumnya juga sudah melakukan sharing antara pihak PT. Pertamina dan Dinas Lingkungan Hidup agar mengetahui langkah apa yang harus mereka lakukan kedepannya, Andi mengatakan bahwa HMI akan mengawal persoalan ini sampai selesai.

Berita Terkait

Polres Gagalkan Penyelundupan 8 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi
Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati, Berikut Daftar Lengkapnya
Kejaksaan Geledah Kantor Disdik Riau, Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Smart Board 2024  
LHI Riau: Ketua Umum LSM AMATIR Mengaku Pimpinan CV Anugrah Pratama, Minta Jangan Ganggu Proyek UIN Suska
KPAI Kecam Keras: Desak 27 Pelaku Perkosa Remaja Segera Ditangkap
Oknum Pengurus Ponpes Sidoarjo Ternyata 7 Kali Perkosa Santriwati
Sepuluh Hari Tim Tipikor Turun,Publik Menanti Kejelasan Penanganan Dugaan Tipikor Desa Tasik Serai Timur
Klarifikasi Kuasa Hukum Martin: Penanganan Laporan Berjalan Sesuai Prosedur dan Prinsip Presisi

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:28

Polres Gagalkan Penyelundupan 8 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:15

Kejaksaan Geledah Kantor Disdik Riau, Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Smart Board 2024  

Senin, 13 Juli 2026 - 15:07

LHI Riau: Ketua Umum LSM AMATIR Mengaku Pimpinan CV Anugrah Pratama, Minta Jangan Ganggu Proyek UIN Suska

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:03

KPAI Kecam Keras: Desak 27 Pelaku Perkosa Remaja Segera Ditangkap

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:33

Oknum Pengurus Ponpes Sidoarjo Ternyata 7 Kali Perkosa Santriwati

Berita Terbaru

Bengkalis

Polres Gagalkan Penyelundupan 8 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:28

Kuansing

Polda Riau Menindak PETI, Sempat Diadang Warga Kuansing

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:27