Kapolda Riau Diminta Turun Tangan Usut Penyerangan Karyawan Kebun Sawit

Jumat, 2 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKALIS – Kasus penyerangan brutal terhadap karyawan Kerja Sama Operasional (KSO) PT Palma Agung Betuah (PAB) di wilayah kebun sawit Desa Pamesi, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, menuai sorotan tajam.

Pihak KSO PAB mendesak aparat kepolisian agar bertindak objektif dan segera menangkap seluruh pelaku penyerangan yang terjadi pada Senin, 22 Desember 2025 lalu.

Direktur KSO PT PAB, Kasmin, menilai penanganan perkara oleh aparat penegak hukum terkesan tidak berimbang. Pasalnya, dua karyawan KSO PAB justru ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan PT Sinar Inti Sawit (SIS), padahal menurutnya mereka merupakan korban dari aksi penyerangan brutal tersebut.

“Kita yang jadi korban, malah kita yang dilaporkan. Mirisnya, pihak Polres Bengkalis tidak melihat peristiwa ini secara objektif dan terkesan berat sebelah. Kami diserang secara brutal di lokasi kebun ketika hendak melihat dan akan memulai program kerja. Saksinya banyak dan ada aparat juga di situ,” ujar Kasmin, Jumat, 2 Januari 2026.

Kasmin menegaskan, tindakan penyerangan itu tidak hanya menimbulkan korban luka serius, tetapi juga kerugian materil yang cukup besar. Ia menyebut, sejumlah karyawan KSO PAB mengalami luka berat akibat senjata tajam.

“Ada karyawan kami yang jarinya putus, satu lagi ditikam dari belakang dan pahanya ditebas pakai samurai. Bahkan saya sendiri ikut menjadi korban dalam kejadian itu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, rombongan KSO PAB yang datang dengan iring-iringan 13 unit mobil juga mengalami penjarahan. Sembilan unit kendaraan dirusak dan dijarah oleh para pelaku.

“Spare part mobil diambil, laptop, baju-baju karyawan, uang, sampai dokumen-dokumen penting yang ada di dalam mobil dijarah semua,” katanya.

Kasmin menyayangkan laporan pihaknya ke kepolisian dinilai tidak segera ditindaklanjuti, sementara para pelaku penyerangan disebut masih bebas berkeliaran.

“Ada apa dengan pihak kepolisian? Kami diserang di lokasi, laporan kami tidak ditindaklanjuti, dan para pelaku yang membacok anggota kami masih bebas. Penjelasan kami pun tidak didengar. Di mana keadilan untuk kami?” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, KSO PAB berharap Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dapat turun tangan dan memberikan atensi khusus agar perkara ini diusut secara tuntas dan adil.**

 

 

sumber: RIAU ONLINE

Berita Terkait

Pollres Bengkalis Amankan Penggarap Hutan Tanpa Izin, Pengembangan Kasus Karhutla
Mantan Kades di Bengkalis Jadi Tersangka Pemalsuan Surat Tanah-Penggelapan
Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia, Sukarto Berharap Agar Hak-hak Masyarakat Diakui dan Dilindungi Secara Hukum
Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Karhutla di Area HGU Bengkalis
Polres Gagalkan Penyelundupan 8 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi
Kecelakaan Beruntun di Jalan Lintas Pekanbaru-Duri, CPO Tumpah Lalu Lintas Macet
Hasil Audit Dugaan Tipikor Pejabat Desa Tasik Serai Timur Belum Terungkap, Publik Pertanyakan Kinerja Inspektorat Bengkalis
Diduga Perkosa Karyawati di Toko, Pria Di Mandau Dilaporkan ke Polisi

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 00:27

Pollres Bengkalis Amankan Penggarap Hutan Tanpa Izin, Pengembangan Kasus Karhutla

Sabtu, 5 September 2026 - 00:18

Mantan Kades di Bengkalis Jadi Tersangka Pemalsuan Surat Tanah-Penggelapan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:54

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia, Sukarto Berharap Agar Hak-hak Masyarakat Diakui dan Dilindungi Secara Hukum

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:35

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Karhutla di Area HGU Bengkalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:28

Polres Gagalkan Penyelundupan 8 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Berita Terbaru