PEKANBARU — Kualitas udara di Kota Pekanbaru dan sekitarnya memburuk akibat paparan kabut asap. Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat PM2,5 di wilayah ini telah menyentuh level yang mengkhawatirkan dan masuk dalam kategori sangat tidak sehat.
Pantauan pada laman resmi BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 mengalami lonjakan signifikan hingga melebihi ambang batas aman kualitas udara ambien nasional.
Kondisi tersebut membuat jarak pandang memendek serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Partikel PM2,5 merupakan polutan mikroskopis yang berbahaya karena ukurannya sangat kecil sehingga dapat menembus hingga ke bagian dalam sistem pernapasan.
Paparan berulang terhadap PM2,5 pada konsentrasi tinggi berpotensi memicu gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan kronis.
“Konsentrasi PM2,5 sudah berada di atas batas aman, statusnya sangat tidak baik untuk kesehatan,” tulis laporan pemantauan kualitas udara BMKG yang diakses pada Minggu (6/9).
Seiring memburuknya kualitas udara, warga diimbau membatasi aktivitas di luar rumah. Masyarakat yang harus beraktivitas di ruang terbuka juga disarankan menggunakan masker yang sesuai, seperti masker N95.
Hingga berita ini diturunkan, kabut asap masih menyelimuti sejumlah titik di Kota Pekanbaru.**
Penulis : Aida







