Tim Penyelamat Nino Rayan
Seperti di lansir situs berita Cadenaser.com. Juru bicara tim penyelamat Abdelhadi Tamrani mengatakan penyelamatan Nino Rayan membutuhkan waktu yang banyak.
“Sentimeter terakhir itu adalah yang paling sulit dan penting dalam operasi ini,” kata Abdelhadi Tamrin.
Rayan jatuh Selasa lalu ke dalam sumur di depan rumahnya sedalam 32 meter di kota utara Ighran.
Untuk menyelamatkannya, pasukan Maroko pertama-tama menggali secara vertikal sejajar dengan sumur dan kemudian secara horizontal.
Dalam operasi yang rumit di mana material kecil digunakan karena sifat rapuh tanah di daerah tersebut untuk menghindari retakan atau tanah longsor.
Teknisi Maroko menyelesaikan fase terakhir penggalian horizontal untuk mencapai bocah itu, memberi jalan kepada tim penyelamat yang memasuki terowongan untuk mengeluarkannya.
Sebuah tim medis memasuki terowongan dengan tandu di mana mereka telah berada di dalam selama lebih dari satu jam sebelum harapan terakhir.
Ratusan warga dan banyak wartawan hadir di tempat kejadian.
Dan di dekat sumur ada ambulans yang dilengkapi dengan orang tua Rayan di dalamnya.
Di area tersebut terdapat perangkat keamanan besar dan beberapa teknisi, dan anggota Proteksi Sipil, Teknik Sipil, Ahli Topografi.
Serta anggota Royal Gendarmerie dan Pasukan Auxiliary yang membentuk penghalang keamanan untuk mencegah mendekatnya warga. ke tempat penyelamatan.
Helikopter dari Royal Gendarmerie telah pindah ke tempat untuk mentransfer anak jika diperlukan.
Hingga saat ini, proses penyelamatan masih berlangsung.
Seluruh Dunia terus mendoakan bocah bernama Nino Rayan selamat dan secepatnya keluar dari sumur sedalam 32 meter tersebut.
Halaman : 1 2








