Perusahaan Jepang akan Investasi Energi Terbarukan di Siak, Nilainya Rp1,7 Triliun

Kamis, 2 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIAK – PT Sinergi Kharisma Yuda (SKY) berencana mengembangkan usahanya di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak, Riau.

Perusahaan gabungan Indonesia-Jepang ini rencananya akan berinvestasi sebesar Rp1,7 triliun di KITB.

Fokus utama usaha PT SKY ini merupakan energi terbarukan dengan memanfaatkan cangkang sawit sebagai bahan bakar biomassa, serta mengembangkan produk turunan seperti pellet biomassa.

PT SKY pun menjalin kerja sama dengan BUMD Siak PT KITB dan anak perusahaannya PT Samudra Siak (SS). Kerja sama ini ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), Rabu (1/10).

Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan investasi dari perusahaan Jepang ini merupakan langkah maju untuk daerah. Ia juga berkomitmen akan mempermudah setiap investor yang masuk ke Siak.

“Pada prinsipnya perusahaan ini mengekspor cangkang. Nantinya, usaha ini akan berkembang menjadi multi usaha, terutama di Pelabuhan Tanjung Buton,” kata Afni.

Adapun lahan yang dibutuhkan PT SKY untuk mengembangkan usahanya seluas 7 hektar. Saat ini, lahan yang sudah tersedia setengah hektar yang digunakan perusahaan untuk menampung cangkang sawit. Pemerintah daerah menyiapkan lahan ini sebagai bentuk kolaborasi dengan investor.

“Insya Allah KITB mulai berdenyut luar biasa. Kami ingin investasi ini memberikan efek pada ekonomi daerah dan masyarakat, termasuk Pelabuhan Tanjung Buton. Kami mau BUMD berada di depan. Investor memberi support investasi, dan kami menyediakan lahannya, inilah kolaborasi kami,” kata Afni.

Sementara Presiden Direktur PT SKY, Yoshiyuki Kawamura, menegaskan bahwa MoU ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama dan memastikan keberlanjutan investasi.

“Hari ini menjadi langkah penting bagi kami. Setelah empat tahun kami beroperasi di Siak, kami melihat Pelabuhan Tanjung Buton memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh,” kata CEO asal Jepang tersebut.

Ia juga memastikan kerja sama ini bukan hanya soal pelabuhan, tapi membangun ekosistem industri yang terintegrasi dari hulu ke hilir, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah komoditas yang selama ini hanya di ekspor mentah.

“Semoga kerja sama ini semakin kuat dengan kolaborasi bersama pemerintah daerah,” kata Kawamura.***

 

sumber: Warta Ekonomi

Berita Terkait

Riau Jalin Kerjasama dengan Singapura: Jajaki Investasi Industri 
Pemerintah Riau dan Konjen Jepang Perkuat Kerja Sama Infrastruktur dan Pendidikan
PT Pembangunan Dumai Bentuk Core Bisnis Ekspor Impor, Perkuat Peran BUMD Dorong Ekonomi Daerah
Kebocoran Pipa Gas TGI Riau Ganggu Produksi Migas Nasional
Tunjukkan Geliat Positif, Hingga Agustus 2025 Jumlah Investor Tembus 310.000
Pertamina akan Produksi Avtur Minyak Jelantah di Kilang Dumai-Balongan
Kecelakaan Kerja Terjadi di PT KPI RU II Dumai, Sorotan Publik Menguat: “Keselamatan Bukan Sekadar Slogan”
Zero Waste Warriors Hadir, PLN Ajak Masyarakat Bergerak Menuju Pekanbaru Bebas Sampah

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:10

Riau Jalin Kerjasama dengan Singapura: Jajaki Investasi Industri 

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:12

Pemerintah Riau dan Konjen Jepang Perkuat Kerja Sama Infrastruktur dan Pendidikan

Senin, 12 Januari 2026 - 17:22

PT Pembangunan Dumai Bentuk Core Bisnis Ekspor Impor, Perkuat Peran BUMD Dorong Ekonomi Daerah

Selasa, 6 Januari 2026 - 12:03

Kebocoran Pipa Gas TGI Riau Ganggu Produksi Migas Nasional

Jumat, 10 Oktober 2025 - 09:16

Tunjukkan Geliat Positif, Hingga Agustus 2025 Jumlah Investor Tembus 310.000

Berita Terbaru