Pipa Gas PT TGI Meledak Dua Kali di Riau, Pakar Soroti Lemahnya Inspeksi

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU – Insiden ledakan pipa gas tanam milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang terjadi dua kali dalam sepekan di Riau menuai sorotan dari pakar minyak dan gas bumi (Migas). Peristiwa tersebut dinilai mengindikasikan lemahnya inspeksi menyeluruh terhadap jaringan pipa gas perusahaan.

Ledakan pertama terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada Jumat (2/1/2026) sore dan memicu kebakaran besar. Selang sepekan kemudian, pipa gas kembali meledak di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Jumat (9/1/2026) dini hari, meski tidak sampai menimbulkan kebakaran.

Pakar Migas Riau, Muslim, menilai kejadian berulang ini menunjukkan bahwa PT TGI diduga hanya berfokus pada perbaikan titik pipa yang meledak pertama, tanpa melakukan inspeksi menyeluruh terhadap jaringan pipa lainnya di sekitar jalur tersebut.

“Kebocoran pipa gas yang terjadi untuk kedua kalinya ini memberi kesan bahwa tim PT TGI hanya fokus pada perbaikan titik yang meledak pertama. Tidak terlihat adanya inspeksi menyeluruh terhadap pipa-pipa gas lain di sekitar jalur tersebut, baik sebelum maupun sesudah kejadian dalam radius tertentu,” ujar Muslim saat diwawancarai di Pekanbaru, Minggu (11/1/2026).

Pentingnya Analisis dan Inspeksi Menyeluruh

Menurut Muslim, setiap insiden kebocoran atau ledakan gas seharusnya langsung diikuti dengan analisis teknis menyeluruh untuk mengidentifikasi potensi kebocoran lanjutan di titik lain.

Baca juga: Hidupkan Kota Sejarah, Ribuan Peserta Ramaikan PSMTI Run di Inhu
“Perusahaan harus cepat menganalisis titik mana saja yang berpotensi bocor berikutnya. Ini penting untuk mencegah kejadian berulang,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa data hasil inspeksi, perbaikan, serta pengujian rutin pipa gas yang selama ini dilakukan seharusnya menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan teknis saat terjadi insiden.

“Data-data inspeksi dan perawatan itu sangat krusial. Idealnya dibuka, dibahas, dan dianalisis secara mendalam ketika terjadi kebocoran, karena akan sangat membantu dalam menentukan langkah mitigasi yang tepat,” jelasnya.

Muslim menegaskan bahwa pemeliharaan (maintenance) dan inspeksi jaringan pipa gas merupakan kewajiban mutlak yang harus dilakukan secara rutin oleh perusahaan pengelola.

“Kegiatan maintenance dan inspeksi pipa itu wajib. Biaya operasional dan maintenance memang harus disiapkan, dan nilainya jauh lebih kecil dibandingkan kerugian akibat kebocoran besar, kebakaran, atau bahkan jatuhnya korban jiwa,” tegasnya.

Dorongan Evaluasi SOP

Lebih lanjut, Muslim mendorong pihak terkait seperti SKK Migas dan kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan PT TGI.

“Perlu dicek apakah SOP yang dimiliki benar-benar dijalankan secara rutin dan konsisten, baik untuk inspeksi pipa maupun mitigasi risiko saat terjadi insiden,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kebocoran pipa gas umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses bertahap yang sebenarnya dapat dideteksi lebih dini apabila inspeksi dilakukan secara ketat dan berkala.**

 

Sumber: Kompas

Berita Terkait

Pelarian Berakhir di Panipahan, Suami Korban Perempuan Hamil yang Tewas di Dumai Ditangkap Polisi
Pertamina Patra Niaga Kilang Dongkrak Ekonomi UMKM Lokal Lewat Dukungan Kantin TA Mayor 2026, Total Penjualan Hingga Rp 167 Juta
Pertamina Patra Niaga Fasilitasi 20 Pemuda Pelatihan Operator Listrik Industri dan Uji Kompetensi, Dorong Peningkatan Daya Saing Tenaga Kerja Lokal
Stop Perang Berita, Dewan Pers & PWI Dipanggil Jadi Penengah, Bukan Penonton
SERAM RIAU Geruduk Disdikpora Kampar, Desak Copot Kepala Sdn 42 Sungai Agung Dan Usut Dugaan Pungli Serta Penyalahgunaan Dana Bos
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Ratusan Koli Pakaian Bekas Senilai Rp3,9 Miliar di Perairan Panipahan
Polsek Kulim Dukung Ketahanan Pangan Nasional Melalui Sambangi Usaha Budidaya Ikan Patin Warga Di Kelurahan Mentangor
Pengecekan Lahan Kebun Jagung Pipil dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan dan Swasembada Pangan

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:13

Pelarian Berakhir di Panipahan, Suami Korban Perempuan Hamil yang Tewas di Dumai Ditangkap Polisi

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:45

Pertamina Patra Niaga Kilang Dongkrak Ekonomi UMKM Lokal Lewat Dukungan Kantin TA Mayor 2026, Total Penjualan Hingga Rp 167 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:43

Pertamina Patra Niaga Fasilitasi 20 Pemuda Pelatihan Operator Listrik Industri dan Uji Kompetensi, Dorong Peningkatan Daya Saing Tenaga Kerja Lokal

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:15

Stop Perang Berita, Dewan Pers & PWI Dipanggil Jadi Penengah, Bukan Penonton

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:42

SERAM RIAU Geruduk Disdikpora Kampar, Desak Copot Kepala Sdn 42 Sungai Agung Dan Usut Dugaan Pungli Serta Penyalahgunaan Dana Bos

Berita Terbaru