Pakar BRIN Sebut Bibit Siklon Tropis 93S Berpotensi Jadi ‘Next Senyar’

Jumat, 12 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Bibit Siklon Tropis 93S terdeteksi mulai aktif di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara, dan berpotensi berubah menjadi badai siklon tropis dalam beberapa waktu ke depan.

Hal tersebut diungkap pakar klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin. Ia bahkan menyebut bahwa badai hasil Bibit Siklon Tropis 93S ini berpotensi menjadi ‘next Senyar’ yang menerjang Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

“Waspadai badai Senyar berikutnya, yang diperkirakan akan mendarat di NTT pada periode 1-10 Januari 2026,” kata Erma dalam cuitannya di X, Kamis (11/12).

Erma mengatakan hal tersebut berasal dari prediksi resolusi tinggi submusiman hingga musiman dari KAMAJAYA-BRIN, alat sistem pendukung keputusan yang dirancang khusus untuk mitigasi cuaca ekstrem dalam enam bulan ke depan.

Dalam unggahannya, Erma turut menyertakan infografis yang menunjukkan bahwa bibit badai ini dapat tumbuh cepat menjadi siklon tropis yang dapat mendarat di wilayah timur dan berpotensi membawa hujan ekstrem, angin kencang, hingga gelombang tinggi.

Puncak risiko dari bibit badai ini diperkirakan terjadi pada 11 hingga 20 Desember 2025, dan bisa berlanjut hingga awal Januari 2026 atau bertepatan dengan libur Natal dan Tahun baru.

Saat dihubungi lebih lanjut, Erma mengatakan Bibit Siklon Tropis 93S ukurannya relatif lebih kecil dan berpotensi lebih rendah menjadi siklon dibanding Bibit Siklon Tropis 91S yang berada di perairan dekat Sumatra.

Namun, sistem ini tetap dapat memengaruhi kondisi cuaca lokal, terutama di wilayah Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya.

“Badai tropis 93S inilah yang berpeluang mendarat di wilayah NTT (Timor Leste/Kupang/wilayah sekitarnya),” kata Erma yang dilansir CNNIndonesia.com.

Menurut dia berdasarkan hasil model prakiraan cuaca musiman yang menunjukkan adanya pola konvergensi kuat di perairan sekitar Indonesia.

Berdasarkan analisis atmosfer pada dasarian II Desember 2025 hingga dasarian I Januari 2026, dua wilayah tercatat mengalami pembentukan pola pusaran yang signifikan.

Perairan barat, termasuk Samudera Hindia dan laut selatan Indonesia, menunjukkan konvergensi kuat di laut namun tidak berdampak langsung ke daratan.

Sebaliknya, perairan timur terutama Laut Flores, wilayah NTT, Kupang, dan Timor Leste memiliki potensi lebih tinggi untuk terjadi badai yang dapat berkembang menjadi tropical storm atau bahkan siklon yang berbahaya.

“Jadi hasil diskusinya mengindikasikan ada potensi tersebut, sehingga mengimbau pemda dan jajaran terkait di NTT agar melakukan upaya-upaya mitigasi dari sekarang,” ungkap Erma.

Be aware for the next Senyar, which expected landfall in NTT during period of 1-10 January 2026. This output from Subseasonal-to-Seasonal high resolution of prediction from KAMAJAYA-BRIN, the decision support system tool dedicated to mitigate extreme weather in the next 6 months. pic.twitter.com/72ZgjOXhm0— Prof. Dr. Erma Yulihastin (@EYulihastin) December 10, 2025

Prediksi BMKG
Sementara itu, analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa Bibit Siklon Tropis 93S saat ini terdeteksi aktif di selatan NTB.

Meski sistem ini diprakirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia, BMKG mengingatkan potensi dampak tidak langsung berupa potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat di beberapa wilayah dalam beberapa hari ke depan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan dampak tidak langsung 93S mengakibatkan beberapa wilayah, seperti Bali, NTB, dan NTT berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Selain itu, gelombang tinggi kategori sedang (1,25 meter-2,5 meter) berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT, perairan selatan Jawa Timur, serta Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan.

“Potensi dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat dan gelombang tinggi di perairan harus tetap kita waspadai,” ujar Faisal dalam keterangan resminya.

Merujuk hasil analisis BMKG, kecepatan angin maksimum di sekitar sistem saat ini mencapai 15 knot atau 28 km/jam dengan tekanan minimum 1009 hPa. Menurut BMKG awan konvektif di sekitar 93S belum terorganisir dengan baik, sehingga proses penguatan sistem diprakirakan berlangsung lambat dalam 24 jam ke depan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan dalam 24 jam ke depan, intensitas 93S cenderung persisten dengan pergerakan perlahan ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia.

Sementara itu, dalam 48 hingga 72 jam ke depan, sistem ini diprakirakan mulai meningkatkan intensitasnya secara bertahap seiring membaiknya pola sirkulasi dengan pergerakan yang konsistem menjauhi wilayah Indonesia.

“Berdasarkan analisis kami, sistem ini bergerak perlahan menjauhi wilayah Indonesia dan diprakirakan tidak akan berdampak langsung ke daratan,” ujar Guswanto.

Sebelumnya, 93S mulai terbentuk pada 11 Desember 2025 dengan pusat sirkulasi di sekitar 12.0°LS – 117.0°BT dan masuk ke dalam dalam Area of Monitoring (AoM) Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta.**

 

sumber: CNN Indonesia

Berita Terkait

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia
11 Duta Al-Qur’an Riau Lanjutkan Perjuangan di Hari Kedua MTQN XXXI
Semarak MTQ Nasional XXXI, Budaya Riau Hadir dalam Pawai Ta’aruf di Semarang
Polda Metro Tetapkan 3 Tersangka Pengeroyokan Maut di Kerusuhan 27 Agustus
Ketua Umum DPP AKPERSI Kirim Surat Laporan dan Audiensi kepada Presiden Prabowo, Persoalan Lahan Karangsia OKI Disorot
112 Tersangka Karhutla Ditangkap, Sebagian Besar di Riau dan Sumsel
Dapat Selamat Dari Gubernur Lemhanas RI, dr. Hj. Nadya Isra Miranti, M.K.M Sukses Menjalani PPNK Angkatan 73 Lemhannas RI
Lagi, AMP2K Gelar Demo Jilid III di Mabes Polri, Desak Kapolri Copot Kapolres Madina

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 10:19

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

Senin, 14 September 2026 - 17:13

11 Duta Al-Qur’an Riau Lanjutkan Perjuangan di Hari Kedua MTQN XXXI

Sabtu, 12 September 2026 - 16:05

Semarak MTQ Nasional XXXI, Budaya Riau Hadir dalam Pawai Ta’aruf di Semarang

Sabtu, 12 September 2026 - 13:17

Polda Metro Tetapkan 3 Tersangka Pengeroyokan Maut di Kerusuhan 27 Agustus

Kamis, 10 September 2026 - 09:15

Ketua Umum DPP AKPERSI Kirim Surat Laporan dan Audiensi kepada Presiden Prabowo, Persoalan Lahan Karangsia OKI Disorot

Berita Terbaru