PIDIE – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026), berujung mencekam. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka dalam insiden penertiban bendera Bulan Bintang oleh aparat TNI.
Peristiwa tersebut diduga bermula ketika warga mengibarkan bendera Bulan Bintang di musala tempat berlangsungnya perayaan Maulid Nabi. Warga kemudian mengadang personel TNI yang hendak menurunkan bendera tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterima CNNIndonesia.com, warga berupaya menjaga agar aparat tidak memasuki pekarangan musala. Situasi kemudian memanas hingga terjadi insiden penembakan yang menyebabkan sejumlah warga menjadi korban.
Amran, warga Pulo Keunari yang berada di lokasi kejadian, mengatakan tembakan yang sebelumnya disebut diarahkan ke atas diduga kemudian diarahkan ke kerumunan warga.
“Cukup jelas tembakan itu diarahkan ke kami ada banyak korban luka-luka akibat kena tembak dan ada yang meninggal,” kata Amran saat dikonfirmasi.
Warga yang terkena tembakan kemudian dilarikan ke RSUD Tgk Abdullah Syafii, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.
Salah seorang korban, Abzalul Rizal (20), meninggal dunia setelah mengalami luka akibat insiden tersebut.
Sementara enam warga lainnya, yakni Basri (46), Muhammad (48), Musliadi (40), Darul Kamal (52), Juanda (62), dan Mutia (38), dilaporkan masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal mengatakan pihaknya masih mendalami informasi terkait insiden tersebut.
“Masih kita dalami info tersebut,” kata Mustafa Kamal singkat saat dikonfirmasi.
TNI AD Sebut Sudah Lakukan Mediasi
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Donny Pramono membenarkan adanya insiden dalam penertiban bendera Bulan Bintang di Desa Pulo Keunari.
Dalam keterangan resmi, Kamis (5/11/2026), Donny menjelaskan aparat TNI dan Polri sebelumnya telah melakukan pendekatan persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara.
Mediasi dilakukan agar bendera Bulan Bintang tidak dikibarkan dalam kegiatan tersebut. Namun, menurut TNI AD, upaya itu tidak mencapai kesepakatan karena panitia tetap mempertahankan bendera.
TNI AD juga menyebut telah melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.
Personel Kodim 0102/Pidie bersama personel bawah kendali operasi (BKO) melaksanakan patroli dan komunikasi sosial dengan masyarakat.
Kegiatan yang semula direncanakan di Desa Udeung Poroh kemudian dipindahkan ke Makam Abdullah Syafi’i, Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.
TNI Klaim Massa Melakukan Pelemparan
Donny mengatakan situasi meningkat saat proses penertiban bendera di Desa Pulo Keunari.
Menurut versi TNI AD, sejumlah warga melakukan pelemparan batu dan kayu ke arah personel. Aparat juga menyebut terdapat sejumlah orang yang membawa senjata tajam.
“Personel telah berupaya menenangkan dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara. Namun, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet,” kata Donny.
Setelah massa membubarkan diri, personel TNI kemudian menurunkan bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan.
TNI AD menyatakan penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Namun, keterangan TNI AD mengenai penggunaan munisi hampa dan munisi karet berbeda dengan kesaksian warga yang menyebut tembakan diarahkan ke kerumunan dan menyebabkan korban terkena tembakan.
Perbedaan keterangan tersebut menjadi bagian penting yang perlu didalami dalam penyelidikan untuk memastikan kronologi serta penyebab jatuhnya korban.
TNI AD Catat 14 Warga Jadi Korban
Dalam keterangannya, TNI AD mencatat sebanyak 14 warga menjadi korban dalam insiden penertiban tersebut.
Dari jumlah itu, satu orang meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka.
Selain warga, enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
TNI AD mengidentifikasi korban meninggal dunia bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.
Jenazah korban telah dimakamkan pada Kamis (5/11/2026) pukul 01.00 WIB di pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.
“TNI AD menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga dalam peristiwa tersebut serta berharap seluruh korban luka segera pulih,” kata Donny.
Hingga Kamis (5/11/2026) pukul 04.30 WIB, TNI AD menyatakan situasi keamanan di Desa Pulo Keunari secara umum telah kondusif.
Personel TNI masih melakukan pemantauan dan koordinasi dengan aparat terkait untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Insiden tersebut menyisakan sejumlah hal yang perlu diklarifikasi, terutama terkait kronologi penggunaan senjata, penyebab jatuhnya korban, serta perbedaan keterangan antara warga dan aparat.
Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan fakta kejadian dan pertanggungjawaban atas insiden yang menewaskan seorang warga tersebut.**









