PEKANBARU – Sejumlah atlet dan pelatih Provinsi Riau kembali menagih pelunasan bonus prestasi usai meraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Hingga memasuki Agustus 2026, mereka mengaku baru menerima sekitar 45 persen dari total bonus yang dijanjikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan di kalangan atlet karena sisa bonus yang menjadi hak mereka belum juga memiliki kepastian pencairan.
Salah seorang atlet senam Riau, Puja, mengatakan bonus yang baru dibayarkan sekitar 45 persen dicairkan pada September 2025. Sementara itu, hingga kini belum ada kejelasan mengenai pelunasan sisanya.
“Sudah dua tahun bonus PON Aceh-Sumut 2024 belum dicairkan semuanya. Baru sekitar 45 persen yang dicairkan pada September 2025, sementara sisanya tak ada kejelasan. Kami cuma dijanji-janjikan saja,” ujar Puja, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, sebelumnya pemerintah sempat menyampaikan bahwa bonus akan dilunasi pada awal tahun. Namun hingga kini, janji tersebut belum terealisasi.
Puja berharap Pemprov Riau, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta KONI Riau, dapat membantu memperjuangkan hak para atlet dan pelatih.
Ia mengaku ketidakpastian pembayaran bonus mulai memengaruhi motivasi atlet untuk terus berprestasi membawa nama Riau.
“Sekarang kami merasa takut berprestasi, karena kami takut jadi beban daerah untuk membayarkan bonus kami. Semangat kami rasanya sudah tidak ada lagi untuk membela Riau ini. Karena bonus saja tidak mampu ditangani sama Pemprov Riau,” katanya.
Puja menambahkan, atlet di provinsi lain kini sudah fokus mempersiapkan agenda pertandingan berikutnya, sedangkan atlet Riau masih disibukkan dengan memperjuangkan hak mereka.
“Kegiatan sekarang kami tetap latihan. Tapi kalau untuk training camp tidak ada sama sekali. Jadi sekarang paling persiapan mandiri dan dibina KONI Riau,” ujarnya.
Senada dengan itu, atlet renang Riau, Vanessa Evato, juga meminta pemerintah segera melunasi bonus atlet dan pelatih yang telah berjuang mengharumkan nama daerah.
“Ini sudah terlalu lama bonus kami belum dibayarkan seratus persen. Kami menagih hak kami kepada Pemerintah Riau,” kata Vanessa.
Vanessa yang telah empat kali membela Riau di ajang PON mengaku baru kali ini mengalami persoalan bonus yang belum tuntas.
“Kami sudah mempersembahkan yang terbaik untuk Riau, sekarang giliran Bapak Gubernur memenuhi hak kami. Saya sudah empat kali PON mewakili Riau. Tapi yang terakhir ini yang paling mengecewakan dalam hal pemberian bonus,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan alasan keterbatasan anggaran yang disampaikan pemerintah.
“Yang saya heran, sudah bolak-balik mengadakan konser dan mengundang artis besar yang pastinya mengeluarkan uang yang banyak. Katanya tidak ada uang karena efisiensi anggaran. Sedangkan bonus kami tidak dibayar semuanya,” katanya.
Kekecewaan serupa disampaikan salah seorang pelatih atlet Riau, Ahmad Markos. Menurutnya, keterlambatan pembayaran bonus menjadi catatan buruk bagi dunia olahraga Riau.
“Belum pernah terjadi di tingkat dunia maupun nasional. Ini sangat memalukan. Padahal Riau dikenal di atas minyak, di bawah minyak. Kami sangat kecewa sekali bonus kami belum diselesaikan sepenuhnya,” ujar Markos.
Ia menilai kondisi tersebut berpotensi melemahkan pembinaan olahraga di Riau. Bahkan, menurutnya, sejumlah atlet dari beberapa cabang olahraga mulai mempertimbangkan pindah membela provinsi lain.
“Ini sangat mematikan pembinaan olahraga di Riau. Kami betul-betul sangat kecewa, karena sudah dua tahun hak kami belum dibayarkan semuanya,” tutupnya.**
sumber: Riau Aktual







