BMKG Kembali Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi

Rabu, 26 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teleskopnews.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Lombok mengimbau masyarakat untuk selalu waspada.

Himbauan itu di sampaikan dengan adanya potensi gelombang laut mencapai 2 meter atau lebih yang akan melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB)

Adapun potensi gelombang laut tinggi itu terjadi di Selat Lombok bagian utara dan perairan Sumbawa, Samudera Hindia Selatan Nusa Tenggara Barat dan Selat Sape bagian selatan.

“Kita mengimbau masyarakat maupun nelayan yang ada di pesisir pantai waspada gelombang tinggi,” ujar prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Zaenudin Abdul Majid Lombok, Ari Wibianto.

Ari meminta masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir area tersebut bisa selalu waspada. Dengan adanya kemungkinan gelombang tinggi yang bisa mencapai 2 meter tersebut.

“Warga kita minta tetap waspada,” ujarnya di kutip dari PikiranRakyat.com.

Selain itu, BMKG juga telah memprediksi NTB akan di landa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Tak hanya itu, petir dan angin kencang juga kemungkinan akan menyertai hujan tersebut.

Oleh sebab itu, warga kembali di ingatkan dengan adanya potensi bencana, mulai dari banjir hingga tanah longsor.

“Masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana yang akan terjadi seperti banjir, tanah longsor, genangan air, dan pohon tumbang,” kata Ari Wibianto.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sertai petir dan kencang juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Misalnya Mataram, Sumbawa, Bima, Dompu, hingga Lombok.

Menurut dia, potensi hujan dengan intensitas tersebut terjadi pada pagi hingga malam hari.

Di ketahui sebelumnya, dua orang nelayan di Lombok Timur, NTB di nyatakan hilang usai di terjang angin kencang.

Kepala Kantor SAR Mataram, Nanang Sigit, mengatakan bahwa dua orang nelayan yang di ketahui bernama Wak Acuk (60) dan Saipudin (40) hilang bersama sampannya akibat angin kencang yang melanda wilayah tersebut.

Menurutnya, warga sekitar telah melakukan pencarian meski belum berhasil menemukan dua nelayan itu.

Berita Terkait

Ketua Umum JMSI Percaya, Kebebasan Informasi dan Revolusi Digital Bisa Jadi Lokomotif Pembangunan
Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati, Berikut Daftar Lengkapnya
PWI Terima Permintaan Maaf Hotman Paris: Tapi Proses Hukum Tetap Jalan
Tiga Orang Tewas, Rumah Mewah di Kompleks Grand Polonia Meledak
Kompak Berseragam Hijau, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung Ramaikan Pembinaan Jasmani Bersama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak
Hadiri Pertemuan Rutin Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan di Kota Agung, Kalapas 1 Bandar Lampung Perkuat Silaturahmi
Tetap Menghijau Saat Akhir Pekan, Lapas Kelas I Bandar Lampung Tegaskan Karya Bermanfaat Tidak Pernah Libur
Apel Petugas Piket Akhir Pekan, Kalapas Pastikan Optimalisasi Pelayanan dan Keamanan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:45

Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati, Berikut Daftar Lengkapnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:42

PWI Terima Permintaan Maaf Hotman Paris: Tapi Proses Hukum Tetap Jalan

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:29

Tiga Orang Tewas, Rumah Mewah di Kompleks Grand Polonia Meledak

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:44

Kompak Berseragam Hijau, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung Ramaikan Pembinaan Jasmani Bersama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:50

Hadiri Pertemuan Rutin Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan di Kota Agung, Kalapas 1 Bandar Lampung Perkuat Silaturahmi

Berita Terbaru