Bupati Siak Tinjau Dermaga KITB Ambruk, Pengelolaan Pelabuhan di Sorot

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIAK – Ambruknya dermaga bongkar muat Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Riau, mendapat perhatian serius dari Bupati Siak Afni Zulkifli.

Bersama Wakil Bupati Syamsurizal, Ketua DPRD Siak, dan sejumlah anggota DPRD, Afni langsung meninjau lokasi kejadian, Senin (5/1/2026) sore.

Afni menyampaikan, pelabuhan KITB saat ini dikelola oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjung Buton di bawah Kementerian Perhubungan sejak akhir Oktober 2024.

“Sebelumnya pelabuhan ini sempat disewakan kepada salah satu BUMD, yakni PT Samudera Siak. Lepasnya pengelolaan pelabuhan dari BUMD tersebut menjadi bahan evaluasi di awal masa jabatan kami,” kata Afni kepada RiauAktual.com, Senin malam.

Ia menjelaskan, melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sirkuler pada 5 Agustus 2025, para pemegang saham PT Samudera Siak, yakni PT Sarana Pembangunan Siak dan PT Siak Pertambangan dan Energi, telah memberhentikan Direksi dan Komisaris lama secara tidak hormat dan menunjuk pengurus baru.

“Keputusan tegas ini diambil karena kinerja direksi yang dinilai buruk dan lalai dalam menjaga potensi penting daerah,” ujarnya.

Dengan kepengurusan baru, Pemkab Siak saat ini terus berupaya mendapatkan kembali kepercayaan Kementerian Perhubungan agar pengelolaan Pelabuhan Tanjung Buton dapat dikembalikan ke BUMD daerah.

“Kami bersama Ketua DPRD Siak bahkan sudah datang langsung ke Kemenhub untuk meyakinkan bahwa BUMD Siak mampu mengelola pelabuhan KITB jika kembali diberi kepercayaan,” ungkap Afni.

Ia menambahkan, ambruknya dermaga disebut pihak KSOP akibat kelalaian pengelolaan pada tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini dinilai memperberat upaya Pemkab Siak dalam merebut kembali pengelolaan pelabuhan.

Afni menegaskan, pelabuhan KITB merupakan proyek strategis daerah yang diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Peristiwa ini sangat berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Namun kami bersyukur tidak ada korban luka maupun korban jiwa,” pungkasnya.**

sumber: Riau Aktual

Berita Terkait

38 Dokter Spesialis di Siak Mengadu ke DPRD, Tunjangan 6 Bulan Belum Dibayar
Kawanan Gajah Liar Robohkan Bangunan Perumahan Karyawan di Siak
Kapolda Riau Hadiri Tabligh Akbar UAS di Siak, Perkuat Sinergi saat Ramadan
Terungkap! Penyebab Menhub Soroti Pengelolaan Pelabuhan Siak Beberapa Tahun Terakhir
Siak Jadi Tuan Rumah Peringatan Satu Abad NU Tingkat Provinsi Riau
Pemkab Siak Pastikan Ribuan Honorer tak Dirumahkan, Gaji Tetap Dibayar
Sertijab Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar Siap Mengemban Tugas Baru
Pelabuhan Tanjung Buton Siak Lumpuh, 500 KK Terancam Menganggur Jelang Ramadan

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:49

38 Dokter Spesialis di Siak Mengadu ke DPRD, Tunjangan 6 Bulan Belum Dibayar

Senin, 23 Februari 2026 - 17:18

Kawanan Gajah Liar Robohkan Bangunan Perumahan Karyawan di Siak

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:15

Kapolda Riau Hadiri Tabligh Akbar UAS di Siak, Perkuat Sinergi saat Ramadan

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:40

Terungkap! Penyebab Menhub Soroti Pengelolaan Pelabuhan Siak Beberapa Tahun Terakhir

Senin, 2 Februari 2026 - 13:08

Siak Jadi Tuan Rumah Peringatan Satu Abad NU Tingkat Provinsi Riau

Berita Terbaru