Din Syamsuddin ragu soal informasi 40 masjid sebar intoleransi di DKI

Minggu, 10 Juni 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Din Syamsuddin .merdeka.com



Jakarta – Din Syamsuddin mengkritik keras perihal adanya pendapat ataupun pernyataan adanya penyebaran intoleransi di beberapa masjid di Jakarta. Dia meminta pendapat tersebut harus didasari fakta, sehingga tidak terus menerus menyudutkan satu kaum.

“Dari mana dasarnya harus dijelaskan, kalau tidak, menimbulkan ketersinggungan di umat, jangan segala sesuatu dituduhkan ke umat Islam,” ujar Din di kediaman dinas Ketua MPR, Zulkifli Hasan, Jakarta Selatan, Sabtu (9/6).
Menurutnya, pendapat penyebaran intoleransi di beberapa masjid hanya sekedar isu tanpa ada bukti nyata. “Saya ragukan itu, itu hanya isu saja tanpa bukti, harus hati-hati terkait agama,” imbuhnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku telah mengantongi nama-nama masjid yang diduga menyebarkan radikalisme. Namun, dia menegaskan Pemprov DKI tidak akan membuka daftar 40 nama masjid yang diduga menyebarkan paham radikal dan intoleransi dengan pertimbangan menghindari perpecahan.
“Tentunya tidak mungkin kita umum-umumkan, akhirnya nanti menjadi perpecahan,” kata Sandi di Masjid Hasyim Asyari, Jakarta Barat, Rabu (6/6).
Daftar nama 40 masjid radikal, menurut Sandi didapatkan Pemprov DKI dari hasil survei yang dilakukan oleh Alyssa Wahid.
“Kita dapat kabarnya dari survei yang dilakukan oleh Mbak Alyssa Wahid yang disebarkan dan kita kroscek di Biro Dukmental memang ada beberapa yang kita pantau (radikal),” ujarnya.
Sementara sikap berbeda ditujukan oleh Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta. Mantan Menteri Pendidikan itu justru enggan mengomentari adanya pendapat penyebaran intoleransi di beberapa masjid di ibu kota. Dia menantang temuan itu agar dibuktikan. “Ya yang ngomong suruh tunjukin,” kata Anies.
(sumber merdeka.com)

Berita Terkait

Lagi, AMP2K Gelar Demo Jilid III di Mabes Polri, Desak Kapolri Copot Kapolres Madina
AMP2K Madina Akan Gelar Aksi di Mabes Polri, Desak Penindakan Tegas PETI di Kecamatan Lingga Bayu dan Batang Natal
Vicky Prasetyo Terseret Kasus Dugaan Penipuan hingga Pencucian Uang
Viral! Fantastis, Bermodalkan 70 Ribu Rupiah, Muhammad Ja’far Hasibuan Jadi Referensi Akademik Dunia
ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser
Ketua Umum JMSI Percaya, Kebebasan Informasi dan Revolusi Digital Bisa Jadi Lokomotif Pembangunan
Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati, Berikut Daftar Lengkapnya
PWI Terima Permintaan Maaf Hotman Paris: Tapi Proses Hukum Tetap Jalan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:30

Lagi, AMP2K Gelar Demo Jilid III di Mabes Polri, Desak Kapolri Copot Kapolres Madina

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:31

AMP2K Madina Akan Gelar Aksi di Mabes Polri, Desak Penindakan Tegas PETI di Kecamatan Lingga Bayu dan Batang Natal

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:02

Vicky Prasetyo Terseret Kasus Dugaan Penipuan hingga Pencucian Uang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:52

Viral! Fantastis, Bermodalkan 70 Ribu Rupiah, Muhammad Ja’far Hasibuan Jadi Referensi Akademik Dunia

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:52

ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser

Berita Terbaru