Karhutla Lahan Gambut di Dumai Belum Aman, BPBD Wanti-wanti Api Bisa Muncul Kembali

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUMAI – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menguji kesiapsiagaan daerah rawan gambut di Kota Dumai.

Api yang melalap semak belukar seluas sekitar satu hektare di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, sejak Rabu (14/1/2026), hingga Kamis (15/1/2026) dilaporkan masih berpotensi menyala kembali.

Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan secara intensif selama dua hari terakhir.

Fokus utama diarahkan pada pendinginan menyeluruh mengingat karakteristik lahan gambut yang rawan menyimpan bara api di bawah permukaan.

Kalaksa BPBD Kota Dumai, Wahyu Wicaksono menjelaskan, lokasi kebakaran berada di kawasan gambut, sehingga membutuhkan penanganan ekstra dan pengawasan berkelanjutan.

“Semak belukar yang terbakar berada di lahan gambut. Karena itu, pendinginan harus dilakukan lebih lama agar api tidak muncul kembali,” ujar Wahyu, Kamis (15/1/2026).

Ia mengakui, proses penanganan di lapangan menghadapi sejumlah kendala, terutama akses menuju titik kebakaran yang sulit dijangkau.

Selain itu, faktor cuaca seperti angin kencang berpotensi memicu api kembali menyala meski pemadaman telah dilakukan.

“Kendalanya pada akses menuju lokasi. Untuk sumber air sebenarnya tersedia, tetapi angin kencang bisa membuat api muncul lagi,” jelasnya.

Dalam upaya pencegahan jangka pendek dan menengah, BPBD Dumai mendorong keterlibatan aktif seluruh unsur pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Sosialisasi kepada masyarakat dinilai krusial, khususnya terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar.

“Harus ada kerja sama semua lini agar pemetaan dan antisipasi Karhutla di Dumai bisa dilakukan secara maksimal,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama di tengah kondisi cuaca panas, dengan tidak melakukan pembakaran di area perkebunan maupun semak belukar. Menurutnya, peran masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan risiko Karhutla berulang.

“Kami minta doa dari masyarakat agar Karhutla ini benar-benar padam. Mudah-mudahan hujan deras segera mengguyur Dumai sehingga titik-titik panas bisa padam sepenuhnya,” pungkasnya.**

 

Sumber: tribunpekanbaru.com

Berita Terkait

Polres Dumai Bongkar TPPO PMI Ilegal: 2 Pelaku Dijerat, 68 Korban Diselamatkan
Wakil Ketua DPRD Dumai Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Muhammad Rahul Pimpin Karang Taruna Riau
Praperadilan Notaris J di PN Dumai Disorot, Kehadiran Mahasiswa dan Saksi Ahli Curi Perhatian
Komit Perangi Narkoba, Rutan Dumai Ikrar Zero Halinar dan Perkuat Integritas Petugas
Polsek Dumai Timur Klarifikasi Isu Lambatnya Penanganan Laporan, Tegaskan Komitmen Pelayanan
Laka Kerja di PT Ivo Mas Tunggal Tinggalkan Duka Mendalam, Ismunandar : Dugaan Kelalaian Atau Kesengajaan
Disorot Publik, Respons Polsek Dumai Timur Dinilai Lambat hingga Diduga Perlambat Penyelidikan
Sidang Perdana Praperadilan, Status Tersangka J Dipertanyakan

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 20:03

Polres Dumai Bongkar TPPO PMI Ilegal: 2 Pelaku Dijerat, 68 Korban Diselamatkan

Selasa, 21 April 2026 - 15:38

Praperadilan Notaris J di PN Dumai Disorot, Kehadiran Mahasiswa dan Saksi Ahli Curi Perhatian

Senin, 20 April 2026 - 19:25

Komit Perangi Narkoba, Rutan Dumai Ikrar Zero Halinar dan Perkuat Integritas Petugas

Senin, 20 April 2026 - 01:54

Polsek Dumai Timur Klarifikasi Isu Lambatnya Penanganan Laporan, Tegaskan Komitmen Pelayanan

Sabtu, 18 April 2026 - 14:00

Laka Kerja di PT Ivo Mas Tunggal Tinggalkan Duka Mendalam, Ismunandar : Dugaan Kelalaian Atau Kesengajaan

Berita Terbaru