Kesaksian Santri Saat Bangunan Ponpes Runtuh, Update Korban 86 Luka dan 1 Meninggal

Selasa, 30 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Muhammad Rijalul Qoib (13) mengaku bersyukur karena selamat dari ambruknya bangunan 3 lantai Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Santri asal Sampang itu menjelaskan detik-detik bangunan ambruk.

“Awalnya kan ada truk ngecor, mau ngecor yang paling atas. Nah, terus itu apa, nggak diisi setengah dulu, langsung full. Iya, pas langsung jatuh, gitu. Yang paling parah itu di (bagian) tengah,” ujar Rijalul, dilansir detikJatim, Selasa (30/9/2025).

Siswi kelas 7 MTS itu mengatakan bahwa hanya lantai pertama yang ditempati oleh para santri untuk salat asar saat ambruk. Ia menyebut saat itu ada ratusan santri.

“Banyak, ratusan orang mungkin yang mau salat. Saat itu saya dengar ada suara batu yang jatuh. Terus tambah lama, tambah banter (kencang) suaranya,” katanya.

Ketika peristiwa terjadi, Rijalul langsung berlari keluar. Nahas saat itu ia sempat tertimpa reruntuhan atap.

“Itu, saya mau lari (dari musala) ke perwuduan (untuk menyelamatkan diri usai mendengar suara batu), belum sampai. Terus apa, atap itu kena muka saya,” ungkapnya.

Ia berhasil selamat karena melewati celah untuk keluar dari ruruntuhan. Saat itu, ada orang yang turut membantunya keluar dengan menunjuk arah.

 

Update Korban: 86 Luka, 1 Meninggal

Berdasarkan data terbaru pada Senin tengah malam, 38 korban luka dirawat di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, lalu empat di RS Delta Surya, dan 45 korban lainnya dievakuasi ke RSI Siti Hajar, dengan satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

“Di sini (RSUD R.T. Notopuro) 27 rawat jalan, lima pasien ini sedang opname, dua operasi, satu observasi cedera otak ringan. Kemudian dua pasien tadi dengan patah tulang ini pulang. Kemudian dua pasien observasi. Lalu satu pasien baru masuk kita putuskan amputasi lengan kiri,” terang dr Atok Irawan Direktur Utama RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

Salah satu korban yang dirawat di RSUD R.T. Notopuro, yaitu Nur Ahmad, harus menjalani amputasi karena lengan kirinya hancur tertimpa reruntuhan bangunan.

“Nur Ahmad namanya (yang diamputasi),” ungkapnya kepada awak media.

Hingga Senin tengah malam, halaman IGD RSUD R.T. Notopuro masih ramai dengan keluarga pasien yang menunggu kabar kondisi korban maupun keluarga yang baru datang untuk mengecek papan informasi pasien luka yang tengah dirawat. **

 

sumber: detiknews/suarasurabaya.net

Berita Terkait

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia
11 Duta Al-Qur’an Riau Lanjutkan Perjuangan di Hari Kedua MTQN XXXI
Semarak MTQ Nasional XXXI, Budaya Riau Hadir dalam Pawai Ta’aruf di Semarang
Polda Metro Tetapkan 3 Tersangka Pengeroyokan Maut di Kerusuhan 27 Agustus
Ketua Umum DPP AKPERSI Kirim Surat Laporan dan Audiensi kepada Presiden Prabowo, Persoalan Lahan Karangsia OKI Disorot
112 Tersangka Karhutla Ditangkap, Sebagian Besar di Riau dan Sumsel
Dapat Selamat Dari Gubernur Lemhanas RI, dr. Hj. Nadya Isra Miranti, M.K.M Sukses Menjalani PPNK Angkatan 73 Lemhannas RI
Lagi, AMP2K Gelar Demo Jilid III di Mabes Polri, Desak Kapolri Copot Kapolres Madina

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 10:19

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

Senin, 14 September 2026 - 17:13

11 Duta Al-Qur’an Riau Lanjutkan Perjuangan di Hari Kedua MTQN XXXI

Sabtu, 12 September 2026 - 16:05

Semarak MTQ Nasional XXXI, Budaya Riau Hadir dalam Pawai Ta’aruf di Semarang

Sabtu, 12 September 2026 - 13:17

Polda Metro Tetapkan 3 Tersangka Pengeroyokan Maut di Kerusuhan 27 Agustus

Kamis, 10 September 2026 - 09:15

Ketua Umum DPP AKPERSI Kirim Surat Laporan dan Audiensi kepada Presiden Prabowo, Persoalan Lahan Karangsia OKI Disorot

Berita Terbaru