Sungai Aaree Swiss, Lokasi Anak Ridwan Kamil Hilang

Sabtu, 28 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teleskopnews.com – Berikut ini Sungai Aaree Swiss tempat anak Ridwan Kamil tenggelam dan hilang hingga sekarang belum ditemukan. Yuk simak selengkapnya.

Sungai Aaree di Swisss saat ini menjadi sorotan publik Indonesia. Pasalnya, putra pertama Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil hilang saat berenang di Sungai Aaree Swiss.

Lalu apa saja fakta-fakta terkait Sungai Aaree Swiss itu, berikut ini hasil rangkuman sebagaimana melansir dari laporan CNBC Indonesia:

1. Sungai Aaree Terpanjang di Swiss

Sungai Aaree memiliki panjang 281,5 km. Dengan panjangnya itu, Aaree menjadi sungai terpanjang di negara tersebut.

Sungai ini berhulu dari dataran tinggi Pegunungan Alpen wilayah Bern dan bermuara di Sungai Rhein. Seluruh wilayah alirannya masih berada dalam wilayah Swiss.

Aliran Sungai tersebut juga ikut melintasi wilayah Ibu Kota Swiss, Bern. Sungai ini bahkan telah menjadi ikon pusat pemerintahan Negara Alpen itu.

2. Sungai Aaree Swiss Warna Hijau Tosca

Aaree memiliki kualitas air yang cukup tinggi. Ini sendiri terlihat dari warna air sungai itu yang berwarna Hijau Tosca. Di tahun 2016 Uni Eropa (UE) mengklasifikasikan sungai itu dengan stempel “Kualitas Sangat Baik.”

3. Sungai Aaree Sumber Energi

Sungai Aare sempat menjadi sumber energi bagi kereta gantung Marzilibhan pada tahun 1885 hingga 1973. Kereta itu memiliki rute distrik Marzili di sebelah sungai Aaree dengan Gedung Parlemen dan pusat kota Bern.

Diketahui, kedua wilayah tersebut memiliki elevasi yang berbeda. Air Sungai Aaree dimanfaatkan untuk mengisi sebuah tangki air yang berada di bawah kereta gantung di stasiun puncak. Karena beratnya air, kereta yang berada di atas akan meluncur ke bawah sementara yang ada di bawah akan tertarik menuju ke atas.

4. Sungai Aaree Swiss Jadi Tempat Berenang Warga

Tak ayal, hal ini mendorong warga dan turis untuk mencoba berenang dan juga mandi-mandi di sungai itu. Hal ini sering dilakukan pada saat musim panas.

Kegiatan berenang ini pun bahkan telah menjadi bagian dari budaya. Pada 2017, UNESCO menetapkan bahwa berenang di Sungai Aaree masuk dalam daftar tradisi, dan karenanya merupakan bagian dari warisan budaya takbenda Swiss.

Selain berenang, aliran Sungai Aaree juga menjadi tempat rafting dan arung jeram. Rekor dunia untuk arung jeram Sungai Aaree dibuat di Bern pada 2012, ketika total 1.268 orang secara bersamaan mengarungi sungai tersebut dengan perahu karet.

5. Insiden yang Terjadi

Meski terlihat sebagai tempat yang menyenangkan, Sungai Aaree juga nyatanya menyimpan sesuatu yang berbahaya. Aliran sungai itu sering kali membawa hanyut para warga yang sedang beraktivitas di sungai itu.

Pada Agustus 2015 dua orang wanita tewas di sungai itu saat sedang melakukan arung jeram. Keduanya masing-masing adalah warga Swiss dan warga Spanyol.

Berita Terkait

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia
11 Duta Al-Qur’an Riau Lanjutkan Perjuangan di Hari Kedua MTQN XXXI
Semarak MTQ Nasional XXXI, Budaya Riau Hadir dalam Pawai Ta’aruf di Semarang
Polda Metro Tetapkan 3 Tersangka Pengeroyokan Maut di Kerusuhan 27 Agustus
Ketua Umum DPP AKPERSI Kirim Surat Laporan dan Audiensi kepada Presiden Prabowo, Persoalan Lahan Karangsia OKI Disorot
112 Tersangka Karhutla Ditangkap, Sebagian Besar di Riau dan Sumsel
Dapat Selamat Dari Gubernur Lemhanas RI, dr. Hj. Nadya Isra Miranti, M.K.M Sukses Menjalani PPNK Angkatan 73 Lemhannas RI
Lagi, AMP2K Gelar Demo Jilid III di Mabes Polri, Desak Kapolri Copot Kapolres Madina

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 10:19

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

Senin, 14 September 2026 - 17:13

11 Duta Al-Qur’an Riau Lanjutkan Perjuangan di Hari Kedua MTQN XXXI

Sabtu, 12 September 2026 - 16:05

Semarak MTQ Nasional XXXI, Budaya Riau Hadir dalam Pawai Ta’aruf di Semarang

Sabtu, 12 September 2026 - 13:17

Polda Metro Tetapkan 3 Tersangka Pengeroyokan Maut di Kerusuhan 27 Agustus

Kamis, 10 September 2026 - 09:15

Ketua Umum DPP AKPERSI Kirim Surat Laporan dan Audiensi kepada Presiden Prabowo, Persoalan Lahan Karangsia OKI Disorot

Berita Terbaru