DPRD Riau Minta PLTA Koto Panjang Tak Buka Pintu Air Lagi

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELALAWAN – Kenaikan debit air Sungai Kampar kembali memantik kewaspadaan di Kabupaten Pelalawan.

Meski status terkini masih dinyatakan aman, potensi banjir dinilai bisa meningkat sewaktu-waktu jika tidak diantisipasi secara terukur, khususnya terkait kebijakan pengelolaan Waduk PLTA Koto Panjang.

Anggota DPRD Riau, Sella Pitaloka menegaskan pentingnya kehati-hatian pihak pengelola PLTA Koto Panjang dalam mengambil keputusan strategis, terutama menyangkut rencana penambahan bukaan pintu pelimpah (spillway gate).

Menurutnya, setiap pembukaan pintu air memiliki dampak langsung terhadap kenaikan muka air di wilayah hilir Sungai Kampar, termasuk permukiman padat penduduk di Pelalawan.

“Kami minta agar PLTA Koto Panjang jangan sampai membuka lagi pintu air untuk antisipasi. Kami juga banyak berdoa agar tidak banjir lagi,” ujar Sella kepada halloriau.com, Rabu (7/1/2026).

Debit Air Naik, Infrastruktur Masih Aman

Berdasarkan pemantauan di sejumlah titik rawan, debit air Sungai Kampar memang menunjukkan tren peningkatan.

Namun hingga saat ini, aktivitas masyarakat masih berlangsung normal.

Infrastruktur vital, termasuk jalan lintas, dilaporkan belum terdampak genangan dan tetap dapat dilalui kendaraan.

“Meski volume air meningkat, masyarakat masih dalam kondisi aman, belum banjir. Jalan lintas Kilometer Tiga juga masih aman dan lancar,” tambahnya.

Meski demikian, politisi perempuan ini mengingatkan agar kondisi kondusif tersebut tidak membuat masyarakat lengah terhadap ancaman bencana hidrometeorologi yang kerap datang tanpa peringatan panjang.

Belajar dari Bencana di Daerah Lain

Sella juga menyoroti rentannya kawasan bantaran sungai di Pelalawan, mengingat banyak permukiman berdiri sangat dekat dengan aliran Sungai Kampar.

Ia meminta warga menjadikan bencana banjir dan longsor yang baru-baru ini terjadi di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut) sebagai pembelajaran penting.

“Kita ambil pelajaran dari kejadian di Aceh, Sumbar, dan Sumut kemarin. Jangan sampai hal serupa terjadi di Pelalawan. Masyarakat harus selalu waspada dengan kondisi air yang tidak menentu,” tegasnya.

Pemda Dorong Sistem Peringatan Dini Transparan

Sebagai bentuk mitigasi, Pemkab Pelalawan sebelumnya telah melakukan koordinasi langsung dengan manajemen PLTA Koto Panjang.

Fokus utama pertemuan tersebut adalah penguatan sistem peringatan dini (early warning system) yang terbuka dan dapat diakses masyarakat.

Pemerintah daerah berharap setiap rencana pembukaan pintu air dapat diinformasikan jauh hari, sehingga warga di daerah hilir memiliki waktu yang cukup untuk mengamankan barang berharga serta mengevakuasi hewan ternak.

“Masyarakat Pelalawan harus tahu kapan pintu air akan dibuka. Dengan informasi yang jelas, mereka bisa melakukan antisipasi lebih awal untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.**

 

sumber: halloriau.com

Berita Terkait

Kronologi Beruang Madu Serang Warga, BBKSDA Riau Pasang Kandang Jebak 
Kapolsek Teluk Meranti Laksanakan Kunjungan Perdana ke Kantor Camat, Perkuat Sinergitas
Komnas PA Pelalawan Kecam Aksi Main Hakim terhadap Anak, Minta Aparat Bertindak Tegas
Pelalawan Siaga Darurat Karhutla, Riau Bersiap Tetapkan Status Tingkat Provinsi
Polisi Miliki Dua Alat Bukti, Anggota DPRD Pelalawan jadi Tersangka
Harimau Muncul Dekat Permukiman, Aktivitas Anak SD Dibatasi
Bocah di Pelalawan Jadi Korban Malpraktik Bidan Sunat, Kepala Kemaluan Terpotong
Kapolda Hadiri Pengukuhan Pengurus Besar Hulubalang Lembaga Adat Melayu Riau

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:40

Kronologi Beruang Madu Serang Warga, BBKSDA Riau Pasang Kandang Jebak 

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:17

Kapolsek Teluk Meranti Laksanakan Kunjungan Perdana ke Kantor Camat, Perkuat Sinergitas

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:23

Komnas PA Pelalawan Kecam Aksi Main Hakim terhadap Anak, Minta Aparat Bertindak Tegas

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:37

Pelalawan Siaga Darurat Karhutla, Riau Bersiap Tetapkan Status Tingkat Provinsi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:36

Polisi Miliki Dua Alat Bukti, Anggota DPRD Pelalawan jadi Tersangka

Berita Terbaru