Ketua Umum Aliansi Pejuang Tanah Melayu Riau Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Singingi Hilir, Desak Penegakan Hukum Secara Tegas

Minggu, 12 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUANTAN SINGINGI – Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi dihebohkan dengan mencuatnya dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang diduga melibatkan seorang pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Singingi Hilir. Kasus tersebut menuai perhatian publik karena korban disebut merupakan seorang santriwati.

Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan tersebut turut disertai adanya upaya menutupi peristiwa yang terjadi. Korban disebut telah melahirkan seorang bayi sekitar dua minggu lalu. Hingga kini, kasus tersebut masih tanda tanya.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Aliansi Pejuang Tanah Melayu Riau, Alex Cowboys, mengecam keras apabila dugaan tersebut terbukti benar. Menurutnya, tindakan kekerasan seksual merupakan kejahatan serius yang tidak dapat ditoleransi, terlebih jika dilakukan oleh seseorang yang dipercaya sebagai pendidik dan tokoh agama.

“Jika dugaan ini terbukti, maka ini merupakan tindakan yang sangat mencederai nilai-nilai agama, moral, serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan pesantren. Tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan seksual untuk berlindung di balik jabatan maupun status sosial,” tegas Alex Cowboys. pada media ini melalui pesan Whatsappnya di pekanbaru, Sabtu (11/07/2026) sore.

Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Menurutnya, siapa pun yang terbukti bersalah harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Alex Cowboys meminta agar korban mendapatkan perlindungan maksimal, pendampingan psikologis, serta jaminan hak-haknya selama proses hukum berlangsung. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan identitas korban demi menjaga privasi dan pemulihan penyintas.

Sementara itu, salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengaku mengetahui informasi bahwa korban telah melahirkan dan menyebut kasus tersebut sedang menjadi perhatian masyarakat setempat. Namun, keterangan tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut dalam proses hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola pondok pesantren maupun pihak kepolisian masih dalam upaya dikonfirmasi terkait perkembangan penanganan perkara tersebut. Media ini tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan akan memuat hak jawab serta perkembangan resmi dari aparat penegak hukum apabila telah diperoleh.**

Berita Terkait

Polda Riau Sita Emas 388 Gram dan Uang Hampir Rp 1 M di Kasus PETI
6 Pelaku PETI Ditangkap, Polda Riau Buru Aktor Intelektual Hingga Pemodal
Event Pacu Jalur Kuantan Singingi Masih Tunggu Kepastian Pejabat Pusat Buka 
Polda Riau Menindak PETI, Sempat Diadang Warga Kuansing
Mangkir Lebih dari Satu Bulan, Dua Anggota Polres Kuansing Resmi Di-PTDH
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Kuansing Beri Reward kepada Personel Berprestasi Pendukung Tugas Polri
Diancam Kampak Saat Liputan PETI Kuansing, Tim Media Desak Kapolres Tangkap Pelaku!
Polsek Singingi Hilir Gandeng PT. Adimulia Agrolestari Tanam Jagung Pipil Menjadi 16 Hektar, Dukung Swasembada Pangan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:39

Polda Riau Sita Emas 388 Gram dan Uang Hampir Rp 1 M di Kasus PETI

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:37

6 Pelaku PETI Ditangkap, Polda Riau Buru Aktor Intelektual Hingga Pemodal

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:05

Event Pacu Jalur Kuantan Singingi Masih Tunggu Kepastian Pejabat Pusat Buka 

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:27

Polda Riau Menindak PETI, Sempat Diadang Warga Kuansing

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:07

Mangkir Lebih dari Satu Bulan, Dua Anggota Polres Kuansing Resmi Di-PTDH

Berita Terbaru