DUMAI – Sinergi antara Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai, PT Pertamina Patra Niaga RU II Dumai, dan Pemerintah Kota Dumai kembali diwujudkan melalui kegiatan pasar murah yang menyasar masyarakat prasejahtera, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung LAMR Dumai tersebut menyalurkan sebanyak 1.000 paket sembako kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional kilang. Program ini merupakan bagian dari inisiatif serentak Pertamina di berbagai daerah di Indonesia dengan total distribusi mencapai sekitar 16.000 paket sembako.

General Manager Pertamina RU II Dumai, Iwan Kurniawan, menjelaskan bahwa penyaluran di Dumai dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi bersama pemerintah daerah guna memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Paket sembako ini berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya. Masyarakat dapat menebusnya dengan harga Rp30 ribu atau sekitar 15 persen dari nilai total bantuan,” ujarnya.
Menurutnya, program pasar murah ini tidak hanya ditujukan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga serta menciptakan pemerataan distribusi bantuan bagi masyarakat di wilayah ring 1 dan ring 2 operasional perusahaan.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR Pertamina yang secara konsisten dijalankan sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Sementara itu, Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Dumai, Datuk Seri H Azhar Yazid, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Pertamina yang terus menjadikan LAMR sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina yang masih merangkul LAMR. Ini menunjukkan bahwa LAMR tetap dipercaya dalam menjembatani kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Meski demikian, ia juga mengakui bahwa dalam pelaksanaan di lapangan masih terdapat kemungkinan bantuan belum sepenuhnya menjangkau seluruh masyarakat yang berhak menerima.
“Jika ada yang belum tepat sasaran, kami mohon maaf. Ini menjadi evaluasi bagi kami agar ke depan dapat lebih baik dalam melayani masyarakat,” tambahnya.
Sekretaris Daerah Dumai, Fahmi Rizal, yang hadir mewakili Wali Kota Dumai Paisal, menyampaikan bahwa kepala daerah tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut karena tengah mendampingi jemaah haji asal Dumai.
“Beliau menitipkan salam serta permohonan maaf kepada masyarakat karena belum bisa hadir secara langsung,” kata Fahmi.
Ia menegaskan bahwa pasar murah ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, sekaligus bentuk kolaborasi yang positif antara dunia usaha, pemerintah, dan lembaga adat dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Jangan dilihat dari besar kecil nilainya, tetapi ini adalah bentuk kepedulian yang diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya di tengah tantangan ekonomi saat ini,” tutupnya.**







