DEPOK – Dugaan kasus kekerasan seksual terhadap santriwati di Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten, memicu kemarahan warga. Sebuah rumah yang diduga milik pengajar ngaji berinisial A (33) dirusak massa setelah kabar dugaan pelecehan terhadap sejumlah remaja putri mencuat ke publik.
Rumah Dirusak Warga Usai Dugaan Kasus Terungkap
Peristiwa perusakan terjadi pada Sabtu, ketika sejumlah warga mendatangi rumah yang juga difungsikan sebagai tempat kegiatan mengaji.
Dalam kejadian tersebut, beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan, termasuk perabotan di dalam rumah. Aksi warga dipicu emosi setelah dugaan kasus kekerasan seksual terhadap santriwati mulai tersebar luas, baik dari cerita keluarga korban maupun rekaman video yang beredar di masyarakat.
Korban Diduga Lebih dari Satu Orang
Salah satu keluarga korban mengungkapkan bahwa dugaan pelecehan tidak hanya dialami satu orang.
Disebutkan terdapat sekitar delapan korban dengan rentang usia remaja, mayoritas berusia antara 14 hingga 15 tahun. Kasus ini mulai terungkap setelah salah satu korban menunjukkan perubahan perilaku, seperti ketakutan dan menolak kembali mengikuti kegiatan mengaji.
Setelah didalami oleh keluarga, korban kemudian menceritakan dugaan peristiwa yang dialaminya.
Modus Berkedok Ritual
Dugaan tindakan pelaku disebut menggunakan modus tertentu, yakni dengan dalih ritual untuk membersihkan gangguan dalam tubuh korban.
Cara ini diduga digunakan untuk meyakinkan korban agar menuruti permintaan pelaku.
Selain itu, terdapat pengakuan bahwa dugaan peristiwa serupa sudah pernah terjadi beberapa tahun sebelumnya, namun tidak dilaporkan karena korban merasa takut dan tidak memiliki bukti.
Polisi Imbau Warga Tidak Main Hakim Sendiri
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan di luar hukum.
Penanganan kasus diminta sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum agar proses berjalan sesuai aturan. Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Polisi juga terus mengumpulkan keterangan dari korban, saksi, serta pihak terkait lainnya untuk mengungkap fakta secara menyeluruh.
Kasus ini juga menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak. Komunikasi yang terbuka dinilai sangat penting untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini.
Orang tua diimbau untuk memastikan lingkungan belajar anak aman dan memberikan ruang bagi anak untuk bercerita tanpa rasa takut.
Dampak Sosial dan Pentingnya Perlindungan Anak
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak, khususnya di lingkungan pendidikan informal seperti tempat mengaji.
Pengawasan, sistem perlindungan, serta edukasi mengenai kekerasan seksual menjadi hal yang dinilai perlu diperkuat guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Kasus ini masih terus berkembang dan menjadi perhatian publik, seiring upaya penegakan hukum dan pendampingan terhadap para korban.**
Sumber jpnn







